Masyarakat 5.0

Oleh: Lia Nathalia

Mungkin sudah sering kita dengar soal masyarakat 4.0 (four point O), di mana saat ini kita berada dan beradaptasi. Namun, semua negara saat ini justru sedang berlomba-lomba menuju ke masyarakat 5.0 (five point O). Apa sebenarnya masyarakat 5.0 dan apa karakteristiknya?

Sebelum sampai ke sana, ada baiknya kita juga mengetahui kategori masyarakat sebelumnya yang dikenal sebagai masyarakat 1.0, 2.0, 3.0 dan 4.0. Pengkategorian ini berdasarkan karakteristik masyarakat tentunya.

Pada masyarakat 1.0 (one point O) karakter dasar manusianya adalah melakukan perburuan binatang dan mengumpulkan makanan untuk bertahan hidup. Diperkirakan kategori masyarakat ini ada sekitar 70.000 sampai 100.000 tahun yang lalu. Sudah lama bukan? Bagi mereka yang mempercayai teori Darwin, ini evolusi manusia atau homo sapiens ketika mencapai fase sempurna sebagai manusia.

Setelah masyarakat 1.0, sekitar 9.000 sampai 10.000 tahun yang lalu, masyarakat agraris atau masyarakat 2.0 hidup. Pada masa ini, manusia mulai belajar mengelola kehidupannya tanpa bergantung sepenuhnya dari sumber-sumber makanan di alam. Manusia mulai bercocok tanam, beternak, membuat perkakas sederhana dan mulai membuat pakaian dari berbagai material yang diperoleh di alam.

Sementara pada masyarakat 3.0 atau masyarakat industrialis, teknologi industri mulai berkembang. Mesin-mesin dicipatakan untuk memproduksi berbagai jenis kebutuhan manusia secara masal. Berbagai macam jenis industri bermunculan. Manusia mulai menggunakan alat tukar yang dikenal sebagai uang. Sistem barter mulai perlahan-lahan digantikan. Di era ini, banyak tanah pertanian kemudian berganti fungsi. Manusia tentunya terus beranak pinak dan hutan-hutan berganti menjadi perumahan dan perkantoran atau area pabrik.

Pada masa ini pula teknologi mesin bertumbuh dengan pesat. Banyak sekali yang diciptakan. Perkembangan homo sapiens berkembang sangat pesat. Mesin-mesin industri mengubah cara hidup, cara berpakaian, jenis makanan dan tentu saja perilaku. Pencipataan alat-alat transportasi yang menggunakan mesin, mempermudah perpindahan orang. Migrasi manusia menjadi hal yang lumrah.

Desa-desa mulai ditinggalkan. Terjadi penumpukan penduduk di perkotaan, di mana banyak industri dan peradaban baru berkembang.

Dari masyarakat industrialis, kita memasuki masyarakat teknologi komunikasi atau masyarakat 4.0. Pada masa yang saat ini sedang kita jalani, teknologi komunikasi berkembang pesat. Penemuan internet, mengubah kembali pola-pola komunikasi lama. Dunia semakan terkoneksi dengan teknologi komunikasi ini. Bahkan boleh dikatakan kita hamper tak punya batasan yang cukup berarti untuk berkomunikasi. Jarak hanya sebatas di dunia virtual yang tak kasat mata, namun pertemuan non fisik yang menjalin komunikasi dan silaturahmi makin mudah dilakukan.

Hal ini dibarengi dengan perkembangan teknologi di bidang lain. Kecerdasan buatan atau AI semakin berkembang. Berbagai macam robot diciptakan untuk dapat menggantikan peran manual manusia. Kita semua sedang menyongsong ke era baru, era masyarakat 5.0.

Waktu peralihan dari masyarakat 1.0 ke 2.0 kemudian ke 3.0 dan 4.0 terasa makin memendek. Segala sesuatu makin cepat, makin instan. Tak lama lagi, diyakini, kita akan berada di masa masyarakat 5.0.   

Masyarakat 5.0 adalah situasi di mana masyarakat diharapkah hidup pada kondisi human-centred atau manusia sebagai sentra utama berbagai pengembangan termasuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

Pemerintah Jepang pada 2019, sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia, telah mencetuskan bahwa negaranya siap memasuki era 5.0. Negara Matahari Terbit ini berniat menjadi inisiator era 5.0. Tentu saja mereka bisa demikian percaya diri karena Jepang memang terkenal dengan kemajuan teknologi kecerdasan buatan. Mereka sudah membuat robot yang dapat memasak. Negara-negara tetangganya, khususnya Cina dan Korea Selatan juga tak mau kalah. Perlombaan teknologi AI sangat terasa.

Baru-baru ini bahkan ada uji coba mobil terbang di Sofia, ibu kota Bulgaria, di Eropa. Bayangkan kalau nanti ada pula sepeda motor terbang. Bagaimana mengatur lalu lintasnya? Ah, itu nanti saja.

Yang pasti mimpi besarnya, saat kita berada di era masyarakat 5.0, kualitas hidup manusia makin meningkat, ditunjang oleh berbagai fasilitas pendukung yang mempermudah pekerjaannya karena kemajuan teknologi AI, banyak pekerjaan manual yang digantikan oleh robot.

Sudah pasti akan banyak orang kehilangan pekerjaan, digantikan oleh robot.

Imajinasi masyarakat 5.0 adalah memiliki kualitas hidup yang lebih sehat, umur panjang dan nyaman. Pertanyaannya, siapkah kita menuju ke sana? Profesi apa yang harus kita persiapkan bila berbagai jenis pekerjaan fisik bisa digantikan oleh robot? Banyak hal yang harus dipersiapkan ke sana. Apakah pandemi memperlambat jalan menuju masyarakat 5.0 atau justru mempercepat? Saya tak sabar untuk sampai ke masa itu. Bagaimana dengan Anda?


Photo by Eric Krull on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *