Rumah Masa Depan

Oleh: Denik

Rumah masa depan. Bicara rumah masa depan. Seperti apa sih rumah masa depan kalian? Bisa beragam jawaban. Ada yang pengin punya rumah besar dan megah seperti di sinetron-sinetron. Ada yang sukanya dengan rumah kecil yang sederhana. Ada yang pengin punya rumah yang ada balkonnya.

Bebas saja sih. Namanya juga keinginan. Kalau saya pribadi pengin memiliki rumah di tengah kebun. Tapi bukan kebun dalam artian sesungguhnya yang luas berhektar-hektar lho. Itu sih seram. Sendirian jauh dari rumah penduduk takut juga. Bukan seperti itu.

Yang saya maksud rumah di tengah kebun adalah rumah yang disekelilingnya ada tanah kosong untuk tanaman. Jadi rumahnya di tengah-tengah. Di belakang ada tamannya untuk bersantai sore hari. Di depan ada tamannya juga yang bisa memanjakan mata tamu yang datang. Jadi meski di teras saja ngobrolnya tapi asik dan nyaman.

Kemudian di samping kanan dan kiri rumah untuk ditanami sayur mayur dan tanaman herbal atau obat-obatan. Serukan membayangkan suasana rumah semacam itu. Rumahnya sih enggak usah besar-besar. Nanti capek bersih-bersihnya.

Kenapa saya memimpikan rumah semacam itu? Karena saya senang bercocok tanam. Senang menanam tanaman hias, tanaman herbal dan sayur-sayuran. Sekarang pun sudah melakukan hobi tersebut. Tapi hanya di dalam pot. Sebab tak memiliki lahan kosong. Nah, kalau ke depannya bercita-cita memiliki rumah seperti yang saya ceritakan di atas, bolehkan? Namanya juga cita-cita masa depan. Yuk, bantu aminkan. Aamiin.

Buat saya rumah dengan aneka tanaman itu selain indah dipandang mata, juga menyejukkan. Pagi hari begitu membuka pintu dan jendela akan terasa hawa segar menyelusup ke dalam ruangan. Sekarang saja dengan halaman rumah yang hanya ditanami tanaman dalam pot sudah segar. Apalagi kalau di sekelilingnya banyak tanaman. Wah, semakin segar dan sejuk bukan hawanya?

Ditambah dengan hasil panen dari kebun sendiri. Seperti cabai, tomat, bayam atau kangkung. Semakin menyenangkan rasanya hidup ini. Walau sedikit kalau hasil jerih payah sendiri tentu sangat membahagiakan. Serukan makan Indomie rebus terus cabainya dari pohon sendiri. Sekarang pun bisa. Tapi tetap saja akan berbeda suasana dan rasanya jika hal terset dilakukan di rumah impian. Rumah masa depan.

Itu bicara sisi luar rumah masa depan saya. Lalu bagaimana dengan bentuk rumahnya sendiri? Saya penginnya rumah tersebut berbentuk panggung dan terbuat dari kayu dan bebatuan alam. Karena saya suka yang alami dan natural. Enggak usah besar-besar, sedang saja ukurannya. Yang penting ada kamar tamu, musala, dan perpustakaan di luar ruangan utama seperti ruang keluarga, dapur, kamar mandi dan kamar tidur. 

Sederhana bukan? Musala wajib ada biar lebih tenang saat beribadah. Juga biar tamu yang datang tidak bingung mencari tempat salat. Perpustakaan juga wajib ada untuk menyimpan semua koleksi buku biar tidak terpencar. Jadi kalau mau membaca tidak ada gangguan dari luar. Kamar tamu juga wajib ada untuk mereka yang ingin menginap. Terutama untuk mereka yang sudah berkeluarga dan sudah lansia. Kalau anak muda sih bisa menggelar kasur di depan televisi. Lebih santai dan ramai kumpul bareng-bareng.

Membayangkan hal tersebut jadi semakin semangat untuk mewujudkan rumah masa depan. Duh, semoga semesta mendukung ya? Aaamiin. Inilah rumah masa depan saya. Bagaimana dengan kalian? (EP) 


Photo by Birgit Loit on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *