Indahnya Menunggu

+1

Oleh Arya Noor Amarsyah

Menunggu banyak dianggap sesuatu yang menjemukan. Hampir tidak ada orang yang mau menunggu. Apalagi menunggu dalam waktu yang cukup lama.

Sebenarnya hadapi rasa tidak senang dalam menunggu tidak ada bedanya dengan hadapi hal tidak menyenangkan lainnya. Tinggal bagaimana kita menyikapi.

Waktu yang terbuang sia-sia dalam menunggu bisa jadi tidak sia-sia.

Kok bisa? Teman-teman yang tergabung dalam komunitas One Day One Juz (ODOJ), tentu punya target satu juz dalam sehari. Waktu yang kelihatannya terbuang sia-sia bisa diisi dengan target satu juz per hari itu.

Bagi mereka yang punya target membaca buku, menulis dan target-target lainnya dapat menjadi pengisi waktu saat menunggu.

Oleh karenanya banyak-banyak punya target. Kalau orang punya banyak target dia akan sibuk. Orang yang sibuk tidak menyia-nyiakan waktunya; termasuk ketika menunggu.

Bisa target dalam berdzikir dengan segala macamnya; banyak dzikir dalam Islam yang bisa membasahi kita. Berapa banyak? Terserah. Tidak ada batasnya; kecuali yang ada batasannya. Kalau tidak ada batasnya, banyak-banyaklah membacanya. Karena dalam Alquran perintahnya banyak berdzikir. Orang yang sedikit berdzikir adalah orang munafik ( lihat surat an-Nisaa ayat 140-an)

Targetkan baca buku perhari satu bab, misalnya. Satu minggu tamat satu buku tipis. Satu bulan, selesai dibaca satu buku tebal.

Kalau ada target-target seperti ini, waktu yang kelihatannya sia-sia dapat diisi untuk mencapai target.


Photo by Vidar Nordli-Mathisen on Unsplash

+1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *