Surat Cinta untuk Sang Khalik

+1

Oleh: Elfia

Duduk termenung di atas pelantar yang berukuran 2×1 m, tinggi kurang lebih 70 cm, beralaskan karpet hijau dan sajadah berwarna cokelat. Di sini lah setiap malamnya aku menghabiskan malam malam penuh bermunajat kepada-Nya. Meminta apa saja yang ingin aku pinta, menenangkan hati yang sedang gundah gulana, banyak masalah, hati yang tak terkontrol bahkan luapan emosi kepada anak-anak ku.

Ramadan bagiku adalah bulan madrasah, bulan tempat pembelajaran dan pembiasaan ibadah, pembelajaran disiplin dalam hal waktu dan nantinya pengharapan bagiku ini akan tetap menjadi kebiasaan sampai ramadhan berakhir. Aku bukanlah orang yang baik dalam segi beribadah, namun aku mencoba menjadi lebih baik dari hari sebelumnya.

Hari ke 22 bulan Ramadhan, seperti biasanya aku melaksanakan shalat tarawih di rumah ditemani dua jagoan Sholeh ku. Yang satu Berumur 4 tahun dan satu lagi berumur 2 tahun 6 bulan. Aku lengahkan dua jagoan ini, dengan sajadah mereka masing masing, walaupun pada akhirnya mereka akan tetap bermain. Namun aku berharap mereka tau ini adalah shalat tarawih yang dikerjakan setiap bulan suci Ramadhan.

Mereka berdua sering bertanya” kok lama ibu shalat nya?”. Aku jelaskan dengan bahasa yang sederhana agar meraka paham.

Terkadang sebelum aku selesai shalat mereka sudah tertidur pulas di tempat kasur santai yang sudah aku sediakan sebelum shalat. Bantal berwarna merah kepunyaan mereka berdua. Saat melihat wajah polos mereka, hati ini bermunajat jadikanlah Dua Sholeh aku ini yang taat beribadah, berbakti kepada kedua orang tua, yang mampu menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pegangan hidup mereka kelak. Berguna saat mereka telah dewasa dan berkeluarga, untuk agama Nusa dan bangsa nya.

Jadikan aku ibu yang lebih penyabar dalam mendidik amanah yang telah Engkau berikan. Tidak mudah mendidik anak anak ini, saat kedua anak anak ku mempunyai fisik yang berbeda. Tapi, mereka adalah kebahagiaan ku.

Surat Cinta untuk Sang Khalik, aku luapkan segalanya hal yang aku harapkan dalam hidup berumah tangga. Sampaikan kami di Jannah Mu dalam bentuk keluarga yang sama. Indah bukan, satu keluarga di dunia, namun juga satu keluarga kelak di akhirat.

Dan, doa untuk rezeki yang aku peroleh, tidak hanya dalam bentuk materi saja, namun juga non materi kesehatan, keselamatan dunia akhirat. Semoga saja diri ini menjadi manusia yang yang lebih baik lagi dalam segala hal, aamiin.


Photo by Simona Sergi on Unsplash

+1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *