Keajaiban Puasa Ramadan Sebulan Penuh Saat Hamil Anak Kedua

Oleh: Dian Sulis Setiawati

Wanita itu mendapat keistimewaan diperbolehkan tidak berpuasa saat hamil dan menyusui.

Kondisi yang mudah lelah membuat banyak wanita hamil dan menyusui tidak mampu mengikuti puasa Ramadan sebulan penuh.

Tapi jangan tanya, wanita itu Allah berikan kekuatan yang luar biasa. Banyak juga yang tetap dapat mengikuti puasa Ramadan walau keadaan lelah yang bertambah saat hamil dan menyusui. Bahkan mereka bisa berpuasa sebulan penuh, MasyaAllah.

Aku memiliki penyakit maag, jadi saat remaja sampai dewasa sering tidak penuh puasa Ramadan. Maksudnya ada saja hari diluar datangnya tamu bulanan, aku tidak bisa berpuasa karena sakit. Aku ingat betul terakhir bisa puasa sebulan penuh itu saat masih SD kelas 6.

Seorang wanita balig itu masih punya kesempatan untuk bisa puasa sebulan penuh. Ya, saat hamil mereka tidak mendapatkan tamu bulanan sehingga ada kesempatan bisa berpuasa sebulan penuh. Tentunya bagi mereka yang kuat melakukannya.

Saat hamil anak pertama, aku ingin sekali seperti teman-teman dan saudaraku yang ketika hamil bisa berpuasa sebulan penuh. Tapi, jangankan berpuasa tiap makan saja muntah. Bahkan kondisiku bukan sekedar morning sickness. sepanjang hari baik pagi, siang, sore, malam, tengah malam, dan dini hari kehamilanku diwarnai mual dan muntah yang luar biasa.

Nah ketika hamil anak kedua, keajaiban Ramadan itu terjadi. MasyaAllah walaupun hamil, aku berhasil puasa sebulan penuh. Inilah kali kedua bisa puasa penuh setelah kelas 6 SD itu.

Setiap hari aku berdoa memohon kekuatan Allah, walaupun kondisi mual muntah saat itu. Namun tak separah kehamilan yang pertama.

Suami pun begitu surprise. Seakan tak percaya aku bisa tetap berpuasa padahal dalam kondisi hamil, bahkan berhasil sampai sebulan penuh.

Bagiku itu adalah keajaiban Ramadan yang pernah aku lalui. Karena di kehamilan anak ketiga pun aku juga tidak kuat untuk berpuasa penuh. Setiap kehamilan memang berbeda-beda tidak bisa disamakan. Kondisi dan kekuatan kita juga berbeda.

Jadi, jangan pernah berpikir, “kamu lemah sekali sih hamil dijadikan alasan untuk tidak puasa”. Ada lho yang berpikir seperti ini, padahal kondisi orang berbeda-beda. Jangankan orang yang berbeda, orang yang sama saja kehamilan yang satu dan lainnya tidak bisa disamakan. Kondisinya juga akan berbeda.

Allah memberikan keringanan untuk tidak berpuasa bagi wanita hamil, dan dapat menggantinya dilain waktu. Allah Maha Bijaksana. Ada wanita hamil yang kuat berpuasa namun ada pula yang tidak. Kita kuat pun juga bukan karena kita kok, tapi Allah yang menguatkan.

Alhamdulillah, kehamilan anak kedua saat itu Allah memberikan kekuatan sehingga bisa merasakan puasa sebulan penuh saat Ramadan dalam kondisi hamil. Benar-benar keajaiban Ramadan dari Allah. MasyaAllah.

Dian Sulis Setiawati seorang guru di sebuah SLB di kota Tuban Jawa Timur. Senang membaca karena senang bercerita. Senang membaca untuk belajar menulis.


Photo by Randy Rooibaatjie on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *