Aku Hanya Ingin Husnul Khatimah

Oleh: Anita Yulia

Ya Allah… Bila ini ramadhan terakhirku, aku hanya berharap ini adalah ramadhan terbaikku.

Aku tidak pernah membayangkan bisa menikmati bulan suci ramadhan di lingkungan pesantren, bahkan pesantren kilat pun belum pernah benar-benar aku lewati dipesantren, namun Allah SWT maha kuasa atas segala hal dalam hidupku termasuk memberikan aku kesempatan untuk belajar dipesantren, rutinitas tadarus Al-Qur’an saling mengingatkan untuk berjuang khatam dan mengikuti pasaran kitab kuning, selain itu melaksanakan ibadah-ibadah sunah hingga waktu 24 jam sangat bermakna dan berarti setiap detiknya ini adalah pengalaman berharga dalam hidupku. Apalagi bertepatan bulan ini pula aku berulang tahun, rasanya rasa syukurku tak pernah terlewat disetiap doa.

Menjelang ramadhan, hidupku berapa pada fase pencarian,  rasanya semesta seakan sedang konspirasi untuk membentukku menjadi seseorang yang lebih pasrah dan berserah sebagai hamba. Ujian hidup seakan datang bertubi-tubi, seperti sudah jatuh tertimpa tangga, tak tahu harus kemana dan harus mengadu pada siapa. Aku disadarkan bahwa aku adalah manusia biasa yang tidak punya daya dan upaya kecuali karenaNya, aku dihadapkan pada kondisi tak bisa mengandalkan diriku sendiri apalagi orang lain, tapi disaat bersamaan aku didekatkan pada Allah SWT yang maha besar dan maha kuasa atas segala sesuatu di hidupku.

Aku merasa bahwa menjelang ramadhan aku melewati perjalanan spiritual yang hebat. Aku memang bukan pribadi yang sudah mengerti agama secara mendalam, tapi aku meyakini kekuatan doa dan percaya bahwa Allah SWT merencanakan yang terbaik untuk hidupku.

Aku tak pernah bisa membayangkan bagaimana hidupku bila pertolongan Allah SWT tak menarikku ke lingkungan pesantren, bahkan menetap di dua pesantren yang keduanya merupakan pesantren yang tak hanya memperdalam ilmu agama terkait Al-Qur’an, sunah dan kitab-kitab kuning tapi ada ngaji diri yaitu tafakur atau meditasi islam yang mampu membuat aku lebih banyak bersyukur dengan apapun yang sudah aku miliki dan yang aku lewati. Semua perjalanan ini mendorong aku untuk tersadar dan bertobat dari dosa besar maupun dosa-dosa halus yang telah aku perbuat dan kerap kali aku tak sadari itu, aku manusia biasa yang tak lepas dari salah dan khilaf.

Pertolongan Allah SWT dalam hidup ada setiap detik, dan sepanjang perjalanan hidup ini. Aku diberikan kesempatan hidup lagi untuk bisa hidup lebih baik. Ramadhan kali ini aku merasa dalam posisi yang damai, tenang dan kondisi yang lebih baik dari hari-hari sebelumnya, aku diberi kesempatan lebih mengenal Allah SWT, lebih mengenal diriku sendiri, lebih dekat dengan keluarga dan lebih terbuka terhadap lingkungan sekitar. Hingga aku seakan siap bila ini adalah akhir hidupku, bila ini ramadhan terakhirku aku hanya ingin ini adalah ramadhan terbaikku.


Photo by Chris Buckwald on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *