Ramadan Terakhir

Oleh: Prasetyaningsih

Apakah kalian pernah berfikir jika mungkin ini adalah ramadan terakhir? Entah karena kita sudah dipanggil oleh Nya sebelum datang ramadan berikutnya. Atau tahun depan yang sudah tidak ada ramadan lagi? Astaghfirullah.. Mungkin ada yang menjawab ya, saya selalu memikirkan itu. Bisa jadi juga ada yang menjawab tidak, hanya kadang kala saja terlintas di benak. Manapun jawaban kalian, kemungkinan itu akan tetap ada. Suka atau tidak suka.

Mengapa? Karena hal itu sungguh ketidakpastian yang pasti. Bingung? Terjadinya kematian ataupun kiamat adalah hal yang pasti terjadi. Hanya saja kita tidak pernah tahu kapan waktunya akan tiba. Betul? 

Pertanyaan selanjutnya adalah jika itu terjadi siapkah kalian? Jika pertanyaan itu ditujukan untukku sendiri aku akan menjawab belum siap. Belum siap meninggalkan dunia dan juga belum siap menghadapNya. Masih banyak hal yang belum dilakukan di dunia. Masih banyak hal yang belum dipersiapkan untuk bekal meninggalkan dunia.

Contoh sederhana adalah membahagiakan orang tua. Terkadang aku berpikir, apakah aku sudah membahagiakan orang tuaku? Terutama ibu? Sedang sampai sekarang saja aku merasa lebih banyak menerima daripada memberi. Meskipun ibu tidak pernah meminta. Ya Allah, doaku semoga bisa membahagiakan beliau di usia senjanya. Sudahilah pandemi ini sehingga kami bisa leluasa menemui ibu di kampung sana. Aamiin.

Hal berikutnya adalah membahagiakan anak-anak. Ya Allah, semoga aku bisa memberikan yang terbaik untuk mereka. Inginku bisa mendampingi mereka sampai mereka dewasa. Melihat mereka membesarkan anak-anak mereka nanti. Aamiin.

Lalu apa yang ingin dilakukan untuk mencukupkan bekal menghadapNya? Inginku bisa memperbaiki ibadahku. Inginku bisa meningkatkan iman dan takwaku. Inginku bisa menunaikan haji sebelum ajal menjemputku. Begitupun kalian bukan? Aku rasa ini keinginan banyak orang.

Kuakui soal ibadah aku masih banyak kurangnya. Bahkan mungkin masih banyak sekali kekurangannya. Namun semoga waktu yang tersisa tidak akan sia-sia ya Allah. Karena waktu itu tidak akan pernah kembali. Semoga Allah mengabulkan doaku dan doa-doa kalian juga. Aamiin.

Di penghujung ramadan ini, dimana ada malam lailatul Qadar, mari kita sama-sama berdoa semoga kita selalu berubah menjadi lebih baik setiap waktunya. Semoga keadaan kembali seperti semula dimana ibadah menjadi lebih bermakna. Semoga Allah panjangkan usia bumi dan usia kita, sehingga kita masih bisa bertemu dengan ramadan yang selanjutnya. Aamiin.

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya”. (QS. Al– A’raf/7: 34).

Dari ayat tersebut semoga kita menjadi lebih mawas diri. Agar selalu memanfaatkan waktu kita sebaik mungkin. Mari bersama mempersiapkan bekal dan diri untuk meninggalkan dunia yang fana. Semoga Allah mengumpulkan kita semua di surga Nya. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.


Prasetyaningsih adalah seorang guru matematika di sekolah swasta di Jakarta yang mempunyai hobi menulis dan membaca. Kenali lebih dekat di IG @prasetyaningsih86


Photo by Kotagauni Srinivas on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *