Surau yang Sunyi

Oleh: Elfia

Payakumbuh, Maret 2020, terasa berbeda suasana pagi ini, semua guru dan siswa di kumpulkan di tengah lapangan, berikut ada petugas kesehatan dari Puskesmas terdekat dengan sekolahku. Kami semua sudah mendengar sekolah- sekolah sudah mulai tutup dikarenakan ada virus C-19 ini, akankah kami juga akan seperti itu ? tanyaku dalam batin.

Benar saja, sekolah beberapa minggu ke depan akan tutup terkait ada pengembangan virus, sedih rasanya harus seperti ini. Tapi, ini adalah bentuk ikhtiar dalam penjagaa diri  dan untuk semuanya. Serasa ada perbedaan yang sangat dengan biasanya, ketakutan, gelisah bahkan kekhawatiran tinggi sudah menghampiri, terlebih membayangkan beberapa minggu lagi bulan suci itu akan segera tiba.

Bulan Ramadan, bulan magfirah di mana bulan ini bulan yang di rindukan seluruh umat muslim di dunia, namun hari ini berbeda suasana. Menangis batin ini, disaat rumah-rumah suci tempat ibadah di tutup sementara waktu dikarenakan tidak bolehnya berkumpul dan harus menjaga jarak.

Surau ( nama di kota ku, sama dengan Musolla), yang biasanya sahut menyahut terdegar lantunan ayat suci, namun kini saat aku sahur bersama keluarga tidak ada terdengar, hening, sunyi dan senyap.Namun, ku kembalikan semua padaNya, ini adalah jalan yang terbaik dan salah satu bentuk ikhtiar. 

Teringat akan kisah Penyakit Thaun di zaman nabi tercatat dalam sebuh hadits, di mana Rasulullah bersabda jangan ada yang memasuki daerah wabah, dan jangan ada yang keluar (isolasi) juga dari daerah tersebut.”Jika kalian mendengar penyakit Thaun mewabah di suatu daerah, Maka jangan masuk ke daerah itu. Apabila kalian berada di daerah tersebut, jangan hengkang (lari) dari Thaun.”

Selain saat zaman Nabi, penyakit thaun zaman Umar bin Khathab juga terjadi. Kala itu, Umar bin Khathab menahan diri memasuki negeri Syam. Pasalnya,di daerah tersebut tengah terjadi wabah penyakit thaun.Melihat itu, Abu Ubaidah RA bertanya kepadanya, “Apakah kamu lari dari takdir Allah?” Umar menjawab, “Ya, kami lari dari takdir Allah menuju takdir Allah.”

Jawaban Umar tersebut berlandaskan dari sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Jangan lah orang yang terkena penyakit mendatangi orang yang sehat.” Itulah sekarang yang kami lakukan, berharap pada pertolonganNya dan akan kembali padaNya.

Dialah yang mendatangkan suatu ujian, dan Dia juga yang akan mencabut kembali. Kembali mengkoreksi diri sendiri, sembari berharap suasana ini kembali normal seperti sediakala nya. Dimana semuanya tidak ada rasa takut atau waspada saat akan keluar rumah, bahkan di  tempat keramaian sekali pun. Pandemi punya cerita bagi setiap orang, tidak hanya bagiku namun juga bagi orang lain.


Photo by Sasha Freemind on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *