Ramadhan dan Pandemi

Oleh : Bulena Eka Fitri

Ramadhan, satu bulan dimana semua amal kebaikan dilipatgandakan. 

Ramadhan, bulan dimana kitab suci Al-Quran diturunkan.

Ramadhan, waktu dimana dihapuskannya segala dosa dan kekhilafan.

Ramadhan, masa dimana manusia yang beriman berlomba menjadi hamba yang taqwa, dengan harapan meraih fitri, kembali suci di tanggal 1 Syawal nanti. Ramadhan adalah kesempatan emas yang jangan sampai terlewatkan, sebab tiada yang tahu umur manusia. Tak ada yang bisa menjadi kita bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan-Ramadhan selanjutnya. 

Ramadhan kali ini bumi dilanda pandemi. Virus Covid-19. Si mahkluk tak kasatmata yang melemahkan kesehatan manusia. Dari Corona kita belajar arti pentingnya menjaga kebersihan. Sehat adalah nikmat tiada tara. Bahwa kesehatan amat mahal harganya. Bahwa jika kita sehat maka lingkungan kita pun akan sehat. Manusia makhluk sosial. Hal sekecil apapun yang kita lakukan pasti akan berdampak, baik kepada diri kita sendiri dan kepada lingkungan sekitar. Pandemi yang sudah bersama di dua kali Ramadhan ini menjadikan kita insan yang kuat dan mampu bertahan, beradaptasi dengan segala keadaan. 

Musibah tak ada yang abadi, kesedihan akan berganti. Kebahagiaan akan menghiasi. 

Pandemi merupakan takdir yang harus dilalui. semua yang terjadi pastilah kehendak Illahi Robbi. Selalu ada hikmah yang dapat dipelajari. Setiap masalah pasti bisa diatasi. Bukankah disetiap kesulitan pasti ada kemudahan. Berbaik sangka dan terus semangat melalui hari-hari.

Ramadhan tahun lalu terasa sangat berat, kondisi yang belum stabil. Kepanikan dan ketakutan yang mengusai diri. Berjuang melawan virus yang dapat menular dengan cepat sekali. Rumah sakit tak dapat menampung pasien yang terus-menerus datang tanpa henti. Petugas medis berjuang dengan alat pelindung diri yang masih minim sekali. Sekolah diliburkan. Kegiatan ibadah di Masjid diberhentikan. Pusat-pusat keramaian ditutup sementara. Mudik dilarang. Semua dianjurkan berdiam diri di rumah. Meningkatkan imun tubuh, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak adalah langkah-langkah saling menjaga wujud ikhtiar kita. Semoga Allah segera pulihkan dunia seperti sedia kala. Aman tanpa Corona Aamiin.

Pandemi masih bersama di Ramadhan tahun ini. Namun, kali ini semua lebih baik karena kita telah berdamai dan beradaptasi dengan kondisi. Dengan tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan, semua kegiatan bisa dilakukan dengan senang hati. Masjid kembali menggelar kegiatan rohani. Ramai anak-anak mengaji.  

Ramadhan dengan pandemi baru pertama kali ini aku alami. Keadaan memang selalu berganti layaknya waktu yang tak pernah bisa kembali. Baik buruk yang terjadi merupakan ujian yang harus dijalani. 

Bersyukur dan bersabar. Penerimaan yang ikhlas. Tawakal. Kelola pikiran, menata hati, sehatkan jasmani. Ikhtiar jangan berhenti, agar pandemi segera pergi.


Bulena Eka Fitri. Perempuan kelahiran Februari, 1992 di kota Padang. Berprofesi sebagai guru IPA di SMP ARRAHMAN Depok. Follow me on instagram @bulenaekafitri


Photo by S Migaj on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *