Keadaan Yang Menjebak

0

Oleh: Samsul Arifin

Ramadhan merupakan bulan yang penuh keberkahan. Bulan yang penuh ampunan dan penuh keistimewaan. Banyak hal yang biasa aku lakukan di bulan ini. dari kegiatan sahur sahur dengan kentongan, ngabuburit di sore Ramadhan, hingga serunya berbuka dengan banyak orang.

Namun, ramadhan tahun kemarin merupakan Ramadhan yang begitu berbeda. Corona yang tiba-tiba datang seakan melenyapkan segala keseruan yang ada. Datang tanpa himbaun membuat banyak sekali perubahan.

Cerita berawal dari berita corona yang menyebar di media massa. Dari berita di televesi, berita di radio, serta unggahan di media sosial yang menganjurkan kita untuk selalu waspada dengan yang Namanya corona. Saat itu protokol Kesehatan mulai di gaitkan. Larangan di sani sini di sebarkan membuat diriku terkurung di dalam kamar.

Ramadhan kala itu rasanya berbeda sekali. Aku hanya bisa tidur dan berdiam di kamar tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat dan produktif. Setelah sahur dan solat subuh aku langsung tidur. Hari-hariku kala itu penuh dengan tidur.

Hari demi hari pun berlalu. Keadaan di luar rumah semakin memburuk. Kasus orang yang terjangkit corona pun juga masih bertambah hari demi hari. Melihat keaadaan tersebuat membuat aku menjadi takut untuk keluar rumah. Aku hanya berdiam diri di kamar dan tanpa kusadari rasa malas pun mulai menghinggapi hidupku. Selain itu aku juga merasa aku sudah tidak menjadi orang yang produktif lagi.

Menyadari hal tersebut aku akhirnya sadar dan tidak mau berlarut-larut dalam kondisi ini. aku yang awalanya merasa terjebak dengan keadaan itu perlahan-lahan mulai mencoba untuk melawan. Pada awalnya aku merasa sulit sekali untuk merubah kebiasaan ini. di tambah lagi rasa bingung yang aku hadapi atas kegiatan apa yang harus ku jalani untuk mengisi ramdahan kala itu.

Ketika aku melihat telivisi aku tak sengaja melihat salah satu siaran yang memberikan tips untuk menjadi orang yang lebih produktif di era pandemi seperti ini. dalam siaran tersebut di jelaskan bahwa setelah salat subuh kita melakukan kegiatan ringan seperti bersih-bersih dan berolahraga di dalam rumah.

Kemudian di waktu siang kita bisa mengisi waktu kita dengan melakukan hobi atau kegiatan yang bisa di lakukan seperti menulis, membaca, memasak dan kegiatan yang lainnya. Pada saat itu aku memilih untuk mengisi waktu luangku dengan membaca dan menulis. Lalu di sore hari kita dapat mengaji bersama dengan orang-orang yang berada di rumah ataupun membatu ibu untuk menyiapkan makanan untuk berbuka.

Setelah melihat tayangan tersebut aku mencoba untuk melakukannya setiap hari dengan istiqomah. Dengan berjalannya waktu akhirnya aku bisa menjadi orang yang lebih produktif walaupun hanya di dalam rumah  dan akhirnya berhasil menyikapi keadaan yang rumit ini.


Photo by Avi Richards on Unsplash

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *