5 Cara untuk Jaga Kesehatan Anak Selama Ramadan di Masa Pandemi

+2

Oleh: Lisa Lestari

Sudah dua kali Ramadan, kita bersahabat dengan virus corona. Apakah masih cemas dan khawatir seperti tahun lalu? 

Sepertinya, tahun ini masyarakat sudah tidak separno pada tahun 2020 kemarin. Hal ini terbukti jalanan jelang buka puasa sudah mulai dipadati orang-orang yang mencari takjil berbuka atau sekadar menghabiskan waktu menunggu azan berkumandang. 

Bagi anak-anak yang tahun ini baru belajar berpuasa, berpuasa dengan kondisi pandemi seperti ini, tentu sedikit memutar otak agar mereka tetap semangat menjalaninya. Ditambah, pemenuhan gizi bagi anak-anak yang baru eblajar berpuasa, juga perlu mendapatkan perhatian. 

Lalu, adakah cara yang bisa dilakukan oleh orangtua untuk menjaga kesehatan anak selama Ramadan di masa pandemi? Berikut cara yang bisa dilakukan oleh orangtua:

  1. Pemenuhan Kebutuhan Gizi Anak

Seorang ibu wajib memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi si kecil saat berpuasa. Anak membutuhkan nutrisi untuk membantunya menjaga daya tahan tubuuhnya.  Tagline 4 Sehat 5 Sempurna sudah berubah menjadi Pedoman Gizi Seimbang.

Untuk memenuhi asupan gizi seimbang, pastikan ada makronutrien dan mikronuturien dalam piring anak. Saat berpuasa, anak cenderung pilih-pilih makanan yang dikonsumsinya. Hal ini menimbulkan asupan nuturisi yang dibutuhkan si kecil bisa tidak terpenuhi dengan maksimal. Ini artinya, kita harus pandai-pandai mencari cara untuk memenuhi kebutuhan nutris tersebut.

  1. Cukup Asupan Air agar Tidak Dehidrasi

Anak-anak biasanya paling malas untuk mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup seperti yang dianjurkan. Godaan haus saat berpuasa bagi anak itu, menjadi salah satu masalah yang penting. Apalagi jika melihat iklan sirup yang muncul di televisi, padahal waktu bernuka masih lama. 

Jika si kecil sudah mulai berpuasa penuh, maka usahakan agar pemenuhan airnya minimal 8 gelas sehari. Jangan biarkan si kecil meneguk air berkali-kali dalam satu waktu, tapi mintalah dia mencicilnya selama periode berbuka puasa. Asupan air juga bisa diberikan dalam bentuk buah yang banyak mengandung air, seperti semangka atau melon. Buah ini bisa disajikan dalam bentuk jus. Bisa juga mencukupi kebutuhan air si kecil dalam bentuk makanan berkuah, seperti sup, bakso, atau soto. 

Hindari memberi minuman bersoda pada anak karena akan membuatnya makin haus. 

  1. Tetap Beraktivitas 

Anak-anak biasanya akan mengeluh tubuuhnya elmas saat menjalani puasa Ramadan dan enggan diajak beraktivitas. Inginnya hanya menontoh TV sambil rebahan atau bermain gawai. Hal ini akan membuat anak jadi jarang bergerak.

Kita bisa mensiasatinya dengan mengajaknya berjalan-jalan sore atau berolahraga ringan menjelang berbuka. Tentunya harus pandai memilih aktivitas yang tidak perlu menguras tenaga, ya.

  1. Membatasi Jajanan Takjil

Siapa sih, yang nggak ingin ngabuburitnya sambil mencari makanan untuk berbuka?  Menyantap takjil menjadi momen yang paling ditunggu oleh anak-anak. Rasanya tidak lengkap jika berbuka puasa tanpa takjil. Meski begitu, tidak semua makanan takjil yang diinginkan si kecil sesuai dan cocok sebagai hidangan berbuka. Terlebih jajanan takjil yang pedas, terlalu berlemak, terlalu asin, mengandung penyedap rasa kadar tinggi, olahan cepat saji, serta goreng-gorengan. Batasi untuk jajanan takjil seperti itu, karena itu bisa membuat pencernaan si kecil bermasalah.

Ketika membeli jajanan takjil, tetap patuhi protocol Kesehatan, ya. Ingat, virus corona masih mengintai.

  1. Tidur yang Cukup

Nah, ini yang terkadang menjadi tugas terberat dari orangtua yang anaknya baru belajar puasa, yaitu membangunkan si kecil saat sahur. Anak-anak yang biasanya bangun pagi pada pukul 05.00 atau 06.00, kini mereka dipaksa bangun sahur pada pukul 04.00. Belum lagi kalau yang dibangunin masih malas-malasan untuk menyantap menu sahur, padahal tubuhnya membutuhkan asupan makanan yang bernutrisi dan tidur yang cukup.

Keduanya harus seimbang. Pastikan anak tidur cukup minimal 8 jam sehari. Jika perlu, biarkan si kecil tidur siang lebih lama agar staminanya terjaga. 

Nah, dengan melakukan 5 cara di atas, kita tak perlu khawatir dengan kesehatan anak selama Ramadan di masa pandemi. Silakan mencoba!


Photo by Ben White on Unsplash

+2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *