Tetap Bersyukur Saat Pandemi

Oleh: Prasetyaningsih

Tidak pernah terbayangkan bahwa tahun lalu akan menjadi tahun yang tidak biasa. Ya, semenjak Covid-19 terkonfirmasi di Indonesia Maret 2020 semua tidak lagi sama. Awal masa pandemi adalah masa yang terberat untuk siapa saja. Banyak pekerja yang terpaksa harus menerima sebagian gajinya bahkan ada yang harus kehilangan pekerjaannya.

Begitu pun kami. Suamiku yang biasa nya berdagang burung, mendadak sepi orderan. Apa sebab? Pada awalnya masyarakat begitu patuh pada aturan tidak boleh keluar rumah. Pukul 6 sore portal masuk sudah di tutup, sehingga pada akhirnya berkurangnya pemasukan kami. 

Alhamdulillah, sebagai guru honor di sekolah swasta, aku mendapat gaji utuh. Jadi sebulan pertama pandemi kami memang hanya mengandalkan gaji dan tabungan yang tak seberapa isinya. Pernah suatu waktu, tabungan sudah menipis sedangkan gajian masih lama. Gimana besok ya? Makan apa? 

Pernah terpikir apa pinjam teman ya? Tapi kutahan, sembari terus berdoa. Insya Allah ada jalan selain pinjam. Kamu tahu apa selanjutnya terjadi? Aku tak menyangka tiba-tiba honor sebagai petugas dasawisma turun 3 bulan! Alhamdulillah.. Allah berikan jalan, kami tidak jadi meminjam.

Bulan demi bulan berlalu hingga tak terasa bulan ramadan pun tiba. Awalnya berharap, semoga saat Ramadan semua sudah normal. Akan tetapi apa daya, Allah masih inginkan kita untuk terus bersabar.

Ramadan tahun lalu masih terngiang dalam ingatan. Tak ada tarawih di masjid. Bahkan saat berbuka yang biasanya ramai berjualan takjil, sepi. Ya, sepi. Seperti ada yang hilang di sore hari. Tetapi yang patut disyukuri saat Ramadan adalah orderan suami mulai membaik. Setidaknya sebulan sudah ada tambahan pemasukan. 

Selama Ramadan kami berdoa, semoga setelah ramadan ini, keadaan menjadi lebih baik. Bisa bepergian tanpa takut ini itu. Sepertinya itu harapan setiap orang ya. Tetapi lagi lagi Allah belum berkenan mengizinkan pandemi pergi dari negeri ini 

Setahun berlalu sudah. Meski sudah bisa bepergian tetapi masih harus dengan protokol kesehatan yang ketat. Masih harus melakukan swab  antigen atau bahkan PCR sebagai syarat bisa bepergian. Apakah kami bepergian? Tentu tidak. Hehehe. 

Mengapa kami tidak bepergian? Selain karena memang dananya terlalu pas pas an, tetapi kami juga belum merasa aman dan nyaman. Apalagi kami membawa dua anak. Kangen kampung halaman? Pasti! Tetapi masih ada rasa khawatir kami terutama aku karena ibu sudah lansia. Doa kami semoga semua keluarga dan yang membaca ini tetap sehat selalu. Aamiin.

Sudah banyak suka dan duka kita jalani saat pandemi. Dua hal yang terasa sekali keutamaan nya adalah menabung dan bersyukur! Ya, tabungan sangat membantu agar tetap bertahan di masa pandemi. Bersyukur akan membuat kita merasa tercukupi. Jadi, ayo kita tetap bersyukur dan sebisa mungkin menabung!

Jakarta, 28 April 2021


Prasetyaningsih adalah seorang guru matematika di sebuah SMP swasta di Jakarta. Hobinya baca buku dan menulis. Kenal lebih dekat di IG : @prasetyaningsih86


Photo by Christoffer Zackrisson on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *