Menggenggam Keajaiban Ramadhan

+1

Oleh: Nur Fitri Agustin

Ramadhan, dengan segala keberkahannya menyimpan banyak pengalaman yang berkesan. Di tengah euforia spiritual seorang manusia, ramadhan seharusnya meninggalkan jejak ketakwaan dan keistiqomahan pasca ramadhan. Namun, jejak-jejak tersebut tiba-tiba menguap seiring menguapnya kuah opor ayam plus ketupat yang terhidang di sajian menu lebaran. Terkadang, jejak-jejak ketakwaan, keimanan, keistiqomahan menguap seiring dengan tandasnya nastar dalam toples. 

Rasulullah saw bersabda bahwa ““Apabila ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” (HR. Bukhari no. 1899 dan Muslim no. 1079). Kemudian, “Jika masuk bulan ramadhan, pintu-pintu rahmat dibukakan, pintu-pintu jahanam ditutup dan setan-setan pun diikat dengan rantai.” (HR. Bukhari, no. 3277 dan Muslim, no. 1079). 

Berpisah dan bertemu dengan ramadhan seharusnya mampu menempa kita menjadi pribadi yang makin takwa. Banyak memori yang kita lalui saat ramadhan seperti memori kala masa kecil, saat salat tarawih, keajaiban lailatul qadr, dan memori-memori lain yang sangat berkesan. Apakah ramadhan sudah memberikan pengalaman spiritual yang membuat kita makin beriman dan bertakwa? 

Ramadhan menyimpan banyak sekali ampunan, bertebarannya penghapusan dosa, dilipatgandakannya pahala amal perbuatan, penyucian jiwa. Apakah kita mampu meraihnya? Pasti bukan hal yang mudah meraih kebajikan, meski bulan yang bertabur kemuliaan sekalipun, bila kita kurang berselera memanfaatkan momentum-momentum indah itu untuk menjadi lebih baik, lebih utama, lebih dekat dengan Yang Maha Bijaksana.

Berbagai kejadian, peristiwa, dan hal-hal mengagumkan yang dialami banyak orang  yang terjadi di bulan suci Ramadhan. harus juga dijaga hati dari riya’ dan sum’ah serta ujub. Kejadian-kejadian yang mungkin sangat sederhana, bahkan terlalu biasa. Tapi harus di akui, di situ terdapat banyak hikmah dan pelajaran, bagi yang mengamatinya dengan pandangan iman.

Keajaiban ramadhan akan menimbulkan jasad atau fisik yang makin kuat. Selama berpuasa 30 hari hari, tubh akan terbiasa dengan siklus makan yang teratur, pola makan yang sehat dan organ tubuh mempunyai kesempatan istirahat dalam mengolah makanan serta terjadi detoksifikasi secara alami. Keadaan puasa juga terindikasi mampu membakar penyakit. Seperti maagh kan sembuh ketika puasa tentunya dengan tetap menjaga pola makan yang sehat. Orang yang berpuasa mempunyai stamina yang kuat dan berenergi. Bukti nyata keajaiban kekuatan fisik ini adalah saat perang BAdar yang terjadi pada bulan ramadhan. umat Islam menang melawan pasukan kaum Quraisy. Secara logika, orang yang berpuasa itu kan lemas tetapi karena energy spiritual ramadhan akhirnya justru menjadi kekuatan luar biasa.

Kekuatan jasadiyah ini didukung dengan kekuatan ruhaniyah yang meledak-ledak keinginan untuk beribadah sehingga menimbulkan kemampuan luar biasa dalam beribadah. Beribadah membuat ketenangan makin meningkat sehingga akan makin bersyukur, bahagia, emosi menjadi stabil.

Memahami keajaiban ramadhan, semoga makin menambah keimanan dan ketakwaan kita sehingga semakin istiqomah pasca ramadhan. So, siap menggenggam keajaiban ramadhan selama dan pasca ramadhan? 


*Nur Fitri Agustin, si plegmatis yang menyukai teh hangat pahit


Photo by Alex Azabache on Unsplash

+1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *