Doa dan Harapan

+15

Oleh : Lina Mustika

Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, bulan penuh ampunan, bulan penuh Maghfiroh. Di bulan Ramadhan adalah saatnya seluruh umat muslim berlomba-lomba dalam kebajikan, mencari pahala sebanyak banyaknya. Karena di bulan Ramadhan merupakan bulan pelepasan dari azab neraka.

Seluruh umat muslim bergembira menyambut kedatangan bulan Ramadhan. Karena di bulan Ramadhan ini, kita melaksanakan ibadah puasa sebagai tanda syukur kepada Allah atas nikmat yang sangat besar, yaitu diturunkannya Al-Quran yang membawa hidayah dan petunjuk untuk semua manusia di dunia.

Umat muslim melaksanakan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Menahan hawa nafsu, menahan lapar dan haus. Dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Walaupun dalam keadaan berpuasa, tidak menyurutkan niat saya untuk membantu suami mencari nafkah. Berbekal ijin dan ridho yang didapat dari suami, saya mencoba mengais rezeki dengan berjualan di bulan Ramadhan ini. Dengan modal seadanya, saya pergi berbelanja ke pasar untuk keperluan jualan sore hari nanti. Dimulai dengan berjualan gorengan 3 macam saja yaitu, bakwan, risoles dan tempe goreng.

Sepulang dari belanja, saya menyiap menyiapkan segala keperluan untuk membuat gorengan. Mulai jam 2 siang, jualan saya buka. Para pembeli mulai berdatangan selepas sholat ashar. Mulailah saya disibukkan untuk melayani pembeli. Sampai jam adzan magrib berkumandang, jualan saya sudah habis. Akhirnya saya lanjutkan untuk berbuka puasa dan beberes bekas jualan, serta ibadah sholat maghrib. Dan tak lupa saya pun bersyukur atas rezeki hari ini, karena setelah di hitung hitung jualan hari ini mendapatkan keuntungan sebesar lima puluh ribu rupiah.

Alhamdulillah dari hari ke hari keuntungan jualan semakin meningkat. Dan rupa rupa jualannyapun semakin bertambah. Yang semula hanya menjual tiga macam gorengan saja, sekarang sudah enam macam gorengan dan minuman. Dari mulai mendapatkan keuntungan lima puluh ribu rupiah sampai sekarang keuntungan Antara tiga ratus ribu rupiah sampai empat ratus ribu rupiah. 

Apabila masih ada sisa dagangan , makanan saya bawa ke masjid sebagai bekal dan dimakan bersama dengan jamaah sholat tarawih. Berlomba lombalah di bulan yang baik ini dengan saling berbagi.

Nilai yang bisa diambil dari cerita tersebut adalah bahwa sekecil apapun usaha yang dilakukan oleh seorang istri, maka haruslah mendapatkan ijin dan ridho dari suami. Supaya rezeki yang didapatkan menjadi keberkahan buat bersama. Dan jangan lupa untuk saling berbagi kepada sesama. Karena dibalik rezeki yang kita dapatkan, terdapat juga rezeki untuk mereka yang membutuhkan. Selalu bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan dalam kehidupan ini. Karena semua terjadi adalah atas ijin dan kehendak-Nya. Semoga langkah kita selalu dalam Hidayah dan petunjukNya …. Aamiin .


Penulis adalah Lina Mustikawati,Merupakan seorang Fisioterapi, yang lahir di Kebumen, Jawa Tengah. Sekarang penulis tinggal di Bogor, Jawa Barat. Fb,Lina Mustika,Ig,@lina.mustika.store.


Photo by Anh Vy on Unsplash

+15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *