Indahnya Berbagi di Ramadhan 2020

Oleh: Anita Yulia

Pada akhir bulan Maret 2020 saya menjadi salah satu yang terjebak lockdown atau PSBB pandemi corona, bahkan saat itu ada larangan mudik tepat satu hari sebelum saya mudik beruntung saat itu saya diberi kemudahan untuk pulang ke rumah hingga saya berpikir bahwa itu adalah cara Allah SWT memberikan saya waktu untuk beristirahat dan menghabiskan banyak waktu bersama keluarga.

Kurang lebih satu bulan saya menyesuaikan rutinitas di rumah, meski anak rumahan tapi ketika sebelumnya saya punya aktivitas diluar rasanya ada yang berbeda, apalagi suasana yang tak sama saat berjumpa dengan orang-orang  yang memakai masker, saat bertemu teman menjadi kaku saat akan berangkulan dan suasana mencekam lainnya karena pemberitaan yang terus mengkhawatirkan.

Aktivitas rumahan seperti membuat makanan saya lakukan, bahkan saya sempat menjualnya didepan rumah dan ini memberikan saya kebahagiaan lain karena saya menemui banyak anak-anak yang bolak balik ke rumah hingga saya punya kesempatan untuk mengeluarkan buku-buku agar anak-anak dapat membaca di halaman rumah. Seraya terus berdoa, semoga saya bisa berbagi kebahagiaan dengan orang-orang disekitar saya.

Saat itu tiba-tiba seorang sahabat tapi ia sudah seperti adik sendiri menghubungi untuk memastikan apakah saya berada dirumah, namanya Adi Kusmiadi (Adikus).

“Teh masih dirumah?” Ia memulai pembicaraan

“Iya dirumah, ada apa?” Jawabku, sambil penasaran mengapa tiba-tiba ia bertanya seperti itu.

“Teteh sibuk gak? Kalau enggak bisa bantu Adi?” Permintaannya cukup serius.

“Enggak, bantu apa? Tentu kalau Teteh mampu akan Teteh bantu”

Hingga ia menjelaskan semua… Niat membuat kegiatan charity, tentu kegiatan seperti ini yang paling saya sukai, dan saya langsung antusias mendukungnya. Group WhatsApp menjadi tempat kita berdiskusi banyak hal, mengenai jumlah donasi yang masuk, nama-nama penerima, lokasi penerima, cara mendistribusikan bahkan perbandingan harga sembako setiap toko. Saya, Adikus, Teh Susi, dan Aldo berada dalam group yang diberi nama Manusia Hebat.

Bulan April 2020 lahirlah @indahnyaberbagi20, sebuah gerakan yang mewadahi orang-orang baik yang ingin berdonasi. Donasi yang terkumpul saat itu adalah paket sembako untuk orang-orang terdampak pandemi, lansia, santunan anak yatim dan memberikan menu buka puasa selama Ramadhan.

Sejak pembagian sembako kloter pertama begitu banyak doa-doa baik yang terucap dari penerima, saya mendengar langsung saat mengunjungi rumah-rumahnya hingga tak jarang saya ikut menangis dan merangkul mereka. Saya mentafakuri betapa berharganya uluran tangan dan kasih sayang kita pada sesama, jangan ragu berbagi atas apapun yang kita miliki, karena bisa jadi diluar sana banyak yang menanti kehadiran kita untuk diringankan bebannya, bahkan hadirnya kita dengan senyuman dan hati yang terbuka akan membuat mereka bahagia dan menjadikan kita teman berbagi cerita. Mungkin ini yang dimaksud sesuatu yang dari hati akan masuk ke hati.

Doa dapat merubah takdir, doa pula dapat menghadirkan keajaiban. Keajaiban doa itulah yang saya rasakan sebagai salah satu pengelola charity ini. Doa-doa baik untuk gerakan indahnyaberbagi20 membuat kegiatan berbagi melebihi rencana, seketika pembagian sembako saat itu lebih dari 4 kloter selama ramadhan dengan total ratusan paket sembako, merangkul lebih dari tiga desa, tambahan santunan bagi anak yatim dan ada pembagian lusinan masker.

Doa dan keajaiban bagi saya adalah satu paket utuh yang selalu beriringan. Doa baik kita akan diberi kemudahan, terkabulkan, dan doa-doa baik kita dari sesama dan untuk sesama akan jauh memberikan keajaiban, bahkan diluar dugaan kita sebagai manusia biasa yang tak punya daya dan upaya. Perjalanan indahnyaberbagi20 mengajarkan saya bahwa untuk berbagi kita tidak perlu menunggu ada dan banyak, yang perlu kita ikhtiarkan adalah doa yang semakin khusyuk hingga Allah SWT menggerakkan dengan caraNya.


Photo by Natalie Grainger on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *