Doa Terbaik untuk Bapak

+12

Oleh : Tri Asih

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kemuliaan. Bulan di mana semua amalan diberikan ganjaran yang berlipat ganda. Amalan sekecil apa pun akan diganjar dengan pahala yang tidak bisa ditemukan dalam bulan-bulan lainnya. Di antara banyaknya keutamaan yang ada pada bulan Ramadhan, salah satunya adalah bulan dikabulkannya doa-doa

Dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu ia berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Ada tiga golongan yang tidak ditolak doanya,  orang berpuasa sampai berbuka, pemimpin yang adil dan orang yang dizalimi.” (Riwayat Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Pada bulan yang penuh dengan kemuliaan ini, Allah memberikan nikmat di mana Allah tidak akan menolak doa orang yang sedang berpuasa. Dengan kata lain, bisa juga kita artikan bahwa doa orang yang berpuasa di bulan Ramadhan akan dikabulkan oleh Allah Swt. Namun, sejatinya manusia hanya dapat meminta dan berikhtiar, selebihnya Allah yang akan mengaturnya. Banyak cara yang Allah bisa lakukan untuk mengabulkan doa kita

Malam ini kami sekeluarga terus berikhtiar dan berdoa tiada henti. Tak terasa sudah sepuluh hari, bapak sakit dan rawat inap di sebuah rumah sakit di kotaku. Setiap sakit, bapakku enggan untuk di bawa berobat di rumah sakit. Ada saja alasan agar tidak pergi ke rumah sakit.

Usia yang sudah tidak muda lagi, membuatnya rentan terhadap penyakit.Kondisi yang semakin lama semakin turun, membuatku sebagai anak yang serumah dengan beliau harus mencari akal agar beliau mau berobat di rumah sakit. Aku tidak ingin terjadi kesalahan dan dipersalahkan kalau terjadi sesuatu dengan bapakku. Atas persetujuan keluarga, walaupun beliau menolak kami tetap membawanya ke rumah sakit.

Penanganan cepat segera dilakukan saat di rumah sakit. Aku harus menandatangani berbagai berkas atas nama keluarga yang bertanggung jawab. Berbagai tindakan yang dilakukan oleh dokter dan perawat terhadap bapakku membuat hatiku semakin pilu.

Tubuh yang semakin kurus itu harus dipasang infus. Tangannya bergerak terus hendak mencopot selang infus yang terpasang di tangan kirinya itu. Makan dan minum pun sudah sulit dilakukan. Kondisi beliau saat itu ngedrop. 

Berbagai peralatan medis untuk menunjang kesehatan terpasang. Makanan yang sudah tidak bisa masuk secara alami, terpaksa dimasukkan lewat selang. Aku tak berani untuk melakukan itu. Rasa tak tega terus meronta di dalam jiwa ini. Kakakku yang dengan telaten memasukkan cairan pengganti makanan itu, melalui selang dengan cara memasukkannya melalui pipet khusus dengan dosis tertentu setiap dua jam sekali.

Pagi dan malam kami harus bergantian untuk menjaga dan memantau kondisinya. Aku yang harus bekerja pada pagi, terpaksa harus meninggalkannya.Itu kulakukan bukan karena tak sayang, namun ada tanggung jawab lain yang harus kulakukan. Mengabdi pada masyarakat melalui pendidikan. Kakakku bagian menjaga dan menemani ibuku  kalau aku pergi mengajar. Baru pulang untuk melakukan kegiatan di rumah kalau aku sudah menggantikan menjaga  di rumah sakit.

Dua hari ini kondisi kesehatan bapak semakin menurun drastis. Peralatan bantu pernapasan kembali terpasang. Melihat kondisi itu, tanpa terasa air mata mengalir tanpa bisa dibendung. Hari ini hari jumat. Seperti biasanya ada layanan doa bersama yang dipandu oleh seorang ustaz. Pembacaan surat Yasin  dan doa kesembuhan lainnya untuk bapakku terus terlantunkan. Kita tetap yakin, bapakku pasti bisa sembuh. Saat sholat wajib maupun sholat sunnah doa itu terus dipanjatkan. Keyakinan doa yang diijabah pada waktu-waktu tertentu yang kita ketahui, terus kita ikhtiarkan.

Hari Minggu semua upaya kita telah berakhir. Usaha dan doa yang dilakukan belum diijabah oleh Allah. Perasaan sedih melanda hati kita sekeluarga. Bapak tercinta telah berpulang kembali ke hadirat Allah. Tangis kehilangan sangat terasa. Rasa ikhlas itu ternyata berat sekali. Rencana dan usaha keluarga tidak sama dengan rencana Allah, Takdir Allah berkata lain.

Tak terasa lima tahun sudah berlalu. Rasa ikhlas itu lambat laun terukir bersama kenangan terindah. Berdoa tiada putus agar bapakku mendapatkan tempat terindah dan diterima di sisi-Nya . Allah Maha Tahu apa yang terbaik untukku dan keluargaku.

 Kita semua pasti berharap doa yang kita kabulkan akan di-ijabah oleh Allah Swt. Allah Maha Kuasa dalam mengabulkan doa. Allah mengabulkan doa pada orang yang dikehendakinya. Oleh karena itu, jika doa kita belum sesuai dengan apa yang kita harapkan, maka jangan berburuk sangka pada Allah. Allah pasti mengabulkan dengan cara-Nya yang terbaik. Karena dalam berdoa, kita tidak hanya meminta kepada Allah Swt. untuk memenuhi kebutuhan kita, melainkan, kita juga beribadah kepada Allah.


Photo by Marcus Wallis on Unsplash

+12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *