Antara Rasulullah saw, Demba Ba dan Anak Kecil

Oleh: Arya Noor Amarsyah

Sejak usia setahun hingga memasuki usia SMU, kami tinggal daerah Menteng Jaya. Di depan rumah terdapat rel kereta api yang menghubungkan stasiun Manggarai dan Gambir. Rumah kami lebih dekat dengan stasiun Manggarai. 

Di bulan Ramadhan, di waktu kecil, saya dan adik sholat Tarawih di masjid Sunda Kelapa. Jarak dari rumah ke masjid cukup jauh. Bayangkan jaraknya. Dari rumah yang dekat stasiun Manggarai berjalan ke arah Gambir. Sampai di dekat bioskop Megaria (sekarang Metropole) berbelok ke arah Taman Suropati. Berjalan menyusuri jalan Diponegoro hingga Taman Suropati. Di seberang Taman Suropati terdapat kantor Bappenas. Di belakang kantor ini letaknya Masjid Sunda Kelapa.

Bagi kami yang masih SD, jarak ke masjid lumayan jauh. Tapi Alhamdulillah, kami bisa dikatakan hampir tiap hari ke masjid Sunda Kelapa.

Menurut saya, pengalaman masa kecil itu merupakan keajaiban. Dimana di siang hari berpuasa penuh hingga Maghrib. Selepas berbuka, sholat Maghrib, langsung ke masjid Sunda Kelapa.

Jika mengendarai kendaraan ke masjid, mungkin tidak begitu melelahkan. Tapi berjalan kaki dalam jarak tempuh yang jauh, usai tunaikan puasa hingga terbenam matahari, sudah bisa dibayangkan bagaimana lelahnya. 

Mungkin bagi non muslim, aktivitas kaum muslimin di bulan Ramadhan memang luar biasa sekali.

Rasulullah Saw dan para sahabatnya berperang di bulan Ramadhan, yaitu di saat perang Badar dan mereka semua berpuasa. Bayangkan berperang dalam kondisi puasa. Lapar, haus sudah pasti ditambah mengeluarkan tenaga ekstra ketika melawan musuh. 

Amr Zaki (mantan pemain Wigan Athletic), Demba ba (mantan pemain Club Chelsea) dan Sulley Muntari (mantan pemain AC Milan) tetap berpuasa di bulan Ramadhan walau hadapi latihan berart dan petandingan serta ditentang pelatih.

Sebagaimana lazim diketahui, lapangan sepak bola dan lapangan futsal amat berbeda. Mengejar bola di lapangan sepak bola, mengoper dan bekerja sama dengan teman sesama pemain harus tetap dilakukan. Tentu ini menuntut fisik yang kuat

Tunaikan sholat Tarawih di masjid yang jauh jaraknya dari tempat tinggal, tetap didatangi. Meski hadapi musuh dalam jumlah yang tiga lipat lebih banyak, Rasulullah saw dan para sahabat tetap jalani. Walau lelah berlatih, bertanding dalam pertandingan sepak bola, Amr Zaki, Demba Ba dan Sulley Muntari tetap lewati. Semuanya mereka lakukan dalam kondisi berpuasa atau usai tunaikan puasa.

Mungkin itulah hikmah berpuasa yang berbuah sabar. Bukankah di dalam surat Al-Anfaal ada penjelasan bahwa orang yang sabar minimal dapat mengalahkan 2 orang di dalam peperangan? 

Allah berfirman, “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah (2): 249)

Wallahu ‘alam


Photo by Artur Aldyrkhanov on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *