Ketika Usaha Bersatu dengan Doa

Oleh: Samsul Arifin

Perkenalkan namaku Putri, Setiap orang pasti punya cerita hidupnya masing-masing. Entah itu Bahagia, sengsara, maupun kocak penuh tawa. Dalam kesempatan ini aku akan berbagi sebuah kisah hidupku yang akan selalu ku ingat hingga tua nanti. Sebuah langkah kecil yang ku ambil untuk meraih puncak tertinggi impianku.

Cerita ini bermula saat aku masih duduk di bangku kelas 5 SD. Sore itu aku duduk di depan teras. Dengan iringan suara gerimis hujan aku melamun memikirkan saran Mas Dimas. dia memberi saran padaku untuk melanjutkan di SMP tempatnya bersekolah dulu. Saat itu aku merasa tidak yakin untuk masuk ke SMP itu karena SMP itu merupakam SMP favorit di wilayah sekitar tempat tinggalku. Lagi pula untuk masuk ke sana pun juga susah. Aku juga merasa kemampuanku ini tidak seberapa.

Dengan ketidak yakinan itu lalu ibu memberi semangat kepadaku bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini kalau kita mau berusaha. Setinggi apapun impian kita bila kita mau usaha dan berdo’a insyaallah akan selalu di beri jalan oleh Allah. Mendengar perkataan ibu tadi semangatku langsung bertambah dan aku bertekad untuk masuk ke SMP favorit itu.

Satu tahun pun berlalu. 2 bulan lagi aku akan lulus. Dan dalam waktu dekat aku akan melaksanakan Ujian Nasional. Seminggu sebelum Ujian Nasional tiba, aku mendapat kabar bahwa untuk masuk ke SMP favorit akan menggunakan dua nilai, yaitu nilai Ujian Nasional dan nilai tes. Mendengar kabar itu semangatku mulai berkurang. Apalagi saat itu Pak Bambang tetanggaku berkata bahwa kalau kamu masuk ke SMP itu kamu akan merasa tersiksa karena sainganmu di sana banyak yang lebih pandai darimu.

Melihat semangatku yang mulai memudar lalu ibu datang dan memberi semangat kepadaku lagi untuk tak takut dengan semua itu. ibu menyuruhku untuk belajar lebih giat dan melaksanakan solat tahajut di sepertiga malamku. Selain itu aku juga di suruh oleh ibu untuk berpuasa senin kamis. Hal ini di lakukan agar hajat yang aku inginkan bisa tercapai nantinya. Semangatku semakin bertambah lagi Ketika salah satu guru SMP kenalan ibu ku juga memberiku semangat untuk terus berusaha.

Hari demi hari pun berlalu, semua perkataan ibu tadi mulai aku jalani setiap hari, hingga tak terasa Ujian Nasioanal pun tiba. Saat itu aku mencoba untuk melakukan segala hal yang aku bisa. setelah UJian  selesai aku berserah kepada Allah atas hasil yang ku terima nantinya.

Alhamdulillah Ujian Nasional pun telah ku lewati. Sembari menunggu hasil ujian tersebut aku tak henti-hentinya belajar, berdo’a, dan puasa senin kamis kembali. demi tercapainya keinginanku tersebut, mulai saat itu aku berjanji akan selalu melakukan hal-hal yang baik terhadap sekitarku baik itu manusia, hewan, maupun tumbuhan. Aku berusaha semaksimal mungkin agar aku tak melakukan hal-hal yang dapat merugikan sekitarku.

Setelah satu bulan berlalu, akhirnya hasil Ujian Nasional pun telah keluar. Alhamdulillah saat itu aku mendapat nilai yang lumayan memuaskan dengan total nilai 28,00. Kalau di ambil rata-rata saat itu nilaiku sudah diatas 9. Langkah yang bagus untuk masuk ke SMP favorit impianku. Ibu yang mendengar hasil ujianku Nampak senang atas pencapaianku.

Setelah hasil ujian keluar, siang itu SMP impianku memberi pengumuman bahwa pendaftaran siswa baru akan di buka satu minggu lagi dengan persyaratan administrasi yang harus di kumpulkan saat hari pendaftaran. Mendengar kabar tersebut aku langsung menyiapkan berkas-berkas yang di butuhkan. Setelah beberapa hari akhirnya berkaspun selesai. Dan hari pendaftaranpun alhamdulillah lancar,

Setelah pendaftaran selesai. Dua minggu kemudian akhirnya tes masuk SMP impianku pun tiba. Tes tersebut bertepatan dengan minggu pertama puasa Ramadhan. Saat itu aku merasa tidak percaya diri karena saianganku terlihat lebih pandai dariku. Saat di posisi tersebut aku berpasrah kepada Allah dan melakukan segala hal yang aku bisa lakukan. Singkatnya tes pun telas selesai dan seminggu lagi pengumuman akan keluar.

Hari pengumuman akhirnya pun tiba. Saat itu aku meresakan deg-degan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. saat itu semua orang berkumpul di sekitar papan pengumuman. Mereka menunggu dengan wajah cemas dan gelisah. Dan Ketika panitia keluar dan mulai menempelkan pengumuman tersebut semua berbondong-bondong mendekati papan pengumuman.

Saat itu aku tidak lansung melihat hasil tersebut. Aku menyiapkan mentalku terlebih dahulu dan berdo’a agar aku di terima di SMP favoritku, aku juga berharap semoga Ramadhan ini memberiku keajaiban. Setelah berdo’a aku dan temanku mulai mendekati papan pengumuman. Perlahan aku mulai mencari namaku. Satu demi satu nama kubaca dan saat itu aku belum juga melihat namaku di papan pengumuman itu. memeng saat itu banyak sekali yang berada di sekitar papan tersebut sehingga menyulitkanku untuk mencari namaku dengan fokus.

Setelah tiga kali aku mencari, aku tak kunjung menemukan namaku. Temanku yang berangkat bersamaku dia sudah berhasil menumakan Namanya yang menandakan dia di terima di SMP tersebut.  Saat itu aku mulai pasrah dan meninggalkan papan pengumuman dengan tetesan air mata yang mengalir di pipiku.

Ketika aku sudah berjalan agak jauh tiba-tiba temanku berteriak “ Put…Put…namamu ada di sini”. Seketika aku langsung Kembali dan melihat ternyata benar aku di terima dan namaku berada di urutan 60, saat itu aku langsung memeluk temanku dan kami menangis Bahagia di situ. semua orang memandangi kami dengan wajah aneh. dan ketika kami menyadari hal tersebut kami langsung mundur dengan perlahan dengan wajah malu.

Di perjalanan pulang tak henti-hentinya aku mengucap syukur kepada Allah yang telah mengabulkan do’aku di bulan Ramadhan ini. Ketika sampai di rumah aku langsung memeluk ibu dan mengucapkan terimakasih karena telah memberiku semangat ketika aku mulai tidak percaya diri. Mendengar kabar tersebut wajah ibu nampak senang dan tetesan air mata Bahagia pun akhinya mengalir di pipi ibu.


Photo by Hannah Wei on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *