Hati-hati dengan yang Tebersit di Hati, Sebab Allah Maha Mengetahui

Oleh : Bulena Eka Fitri

Doa merupakan senjata terkuat pejuang Agama. Doa merupakan permohonan pertolongan seorang hamba terhadap Tuhan. Berdoa merupakan wujud kelemahan diri, kepasrahan hati yang memohon kepada Sang Khalik agar segala yang menjadi harapan serta keinginan dapat terwujud atas kehendak-Nya. Meminta diampuni segala kekhilafan yang pernah dilakukan. Memohon diberikan petunjuk dan jalan yang terbaik. Keajaiban doa Allah perlihatkan bagi mereka yang benar-benar yakin. Menurut hadist ada waktu-waktu mustajab dikabulkannya doa di bulan Ramadhan yaitu, saat menjelang berbuka puasa dan di waktu sahur. 

Pernah terbersit dalam hati beberapa hari yang lalu, “pengen deh makan melon”. Pengen beliin mukena baru buat ibu, karena mukena ibu sudah jelek”. Sudah itu hanya diucapkan dalam hati saja. (Allah maha mendengar dan mengetahui isi hati manusia).

Depok, 24 April 2021 merupakan jadwal pembagian rapot PTS (Penilaian Tengah Semester) kelas VII. Saat kegiatan pembagian rapot, mashaa Allah ada wali murid yang baik hati memberikan 1 buah melon. Beliau berkata “ini bu buat nanti buka puasa”. Alhamdulillah. Seketika dalam hati “ya Allah koq tau aja sih bun saya suka melon hehe”. Wali murid lainnya pun datang bersama anak perempuannya, setelah ngobrol banyak membahas laporan hasil perkembangan belajar sang anak, sebelum pamit ia meminta anaknya untuk menyerahkan tas yang dibawanya. Tas berwarna kuning cerah yang ternyata setelah dibuka isinya seperangkat alat Shalat (dalam hatiku berkata “mashaa Allah ini koq kaya seserahan nikah ya, hehe). Setelah selesai dan pulang ke rumah segera ku berikan mukena itu kepada ibu. “ini mak buat amak, mukena amak kan udah jelek, itu udah dari tahun berapa. Ini yang  baru yang bagus” ucapku. Alhamdulillah ibuku senang. 

Hati-hati dengan apa yang terbersit di hati. Sebab Allah Maha mengetahui.

Pernah aku berkata dalam hati, pengen deh bisa naik pesawat, pengen deh bisa jalan-jalan ke yogyakarta, pengen deh bisa ketempat kakak di labuan bajo, pengen deh bisa punya paspor dan pergi ke luar negeri. Dan ajaibnya semua itu sudah terwujud. 

Kejadian nyata ini bukan sekali dua kali aku alami tetapi sering sekali. Sampai-sampai aku bingung rasanya kenapa Allah baik sekali. Padahal banyak sudah dosa-dosa yang telah aku lakukan. Kesalahan yang aku sadari dan yang tak kusadari karena ketidaktahuanku. Saat Shalat memikirkan ini tiba-tiba air mataku mengalir deras. Malu rasanya. Saat aku merangkak perlahan mendekatkan diri kepada Allah, di waktu bersamaan godaan setan berlari mengikutiku. Disetiap sujudku berdoa agar dikuatkan iman, dimatikan dalam keadaan beriman.

Bahwa benar kata nabi, manusia tergantung bagaimana hatinya. 

Akal dan budi pikiran dan hati harus dijaga agar hidup diberkahi.

Syukurku atas segala yang terjadi. Semoga bisa menjadi manusia yang berarti.


Photo by Matthew Henry on Unsplash


Bulena Eka Fitri. Perempuan kelahiran Februari, 1992 di kota Padang. Anak ke-9 dari 12 bersaudara. Berprofesi sebagai guru IPA di SMP ARRAHMAN Depok. Motto hidup “hiduplah dengan bahagia dan buat orang lain bahagia”. Selalu senang melakukan hal-hal baru. Ingin bisa menjadi manusia yang bermanfaat. Sekian dariku. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *