Daftar Kekonyolan di Kala Ramadhan

+3

Oleh: Mita Hidayanti

Bismillahirrahmanirrahim

Tantangan kedua Ramadhan Writing Challenge bersama Books4care dan Kinaraya, bertema ‘Ramadhan paling konyol’.

Jika mengacu pada KBBI, kata konyol memiliki arti tidak sopan; kurang ajar; agak gila; kurang akal; tidak berguna; sia-sia. Semua arti tersebut berkonotasi negatif. Maka, dalam kaitan tema ‘Ramadhan Paling Konyol’,  saya ingin menuliskan  berbagai hal yang seharusnya dihindari tapi sering dilakukan oleh banyak orang di bulan Ramadhan.

Simak beberapa hal tersebut, kemudian ingat kembali nomor berapa saja yang pernah kamu lakukan.

Pertama, berendam berjam-jam di bak mandi

Semua pasti sepakat, puasa itu jauh lebih berat menahan haus daripada menahan lapar. Apalagi siang panas, rasa ingin minum begitu besar. Nah, ada nih cara konyol untuk mengurangi haus tetapi tidak membatalkan puasa, yaitu berendam di bak mandi. Konyolnya lagi, jika konsep bak mandinya bath up, wajar saja, tetapi kalau bak mandinya itu model mandi pakai gayung, jadi luar biasa  coba saja bayangkan.

Kedua, minum air wudu

Hayooo ngaku, siapa yang begini. Saat berkumur dikala wudu, eh ada air yang harusnya dibuang malah ditelan. Tidak banyak memang, tetapi tetap saja batal.

Ketiga, buka puasa diam-diam

Buat yang satu ini sepertinya banyak yang melakukan deh he he he. Tidak kuat puasa, tetapi takut di marahi orang tua atau takut diledek jika batal puasa. Akhirnya memilih diam-diam buka puasa. Banyak yang berhasil melakukan hal ini, aman tidak ketahuan. Eh, tetapi Allah Maha Tahu, jadi meski orang tua dan seluruh dunia tidak tahu, Allah tahu. Duh, rugi dobel deh, batal puasanya dan dosa karena berbohong. Harus nyesel kuadrat buat yang pernah lakukan hal ini. Tobat yuk.

Keempat, tidur seharian

Iya sih, tidurnya orang berpuasa itu berpahala, tetapi kalau tidur seharian atau suka disebut “puasa kebo” itu keterlaluan. Pantas saja kuat sampai Magrib jika selama berpuasa cuma diisi kegiatan tidur. Padahal ada banyak kegiatan yang lebih berfaedah dan bernilai pahala lebih banyak dari hanya sekadar tidur. Yuk ah, yang tidur mulu di Ramadhan ini, hempaskan ‘mager’nya. Aktifkan dirimu dengan berbagai kegiatan positif.

Kelima, Pura-pura sakit

Ada yang pernah begini? Pura-pura sakit agar diperbolehkan tidak puasa. Kalau kamu pernah begini, tobat buruan, jangan diulang. Tidak mau ‘kan awalnya pura-pura kemudian jadi beneran sakit? Puasa itu bagus kok untuk kesehatan. Mantapkan niat dan terus berusaha, pasti Magrib tiba tak lama.

Keenam, makan sampai kekenyangan saat berbuka.

Ketika Magrib tiba, sering lepas kendali. Tak peduli kemampuan pencernaan, semua makanan yang ada dilahap hingga kekenyalan. Akibatnya, jadi ‘begah’ dan malas mengerjakan salat. Bahkan bisa jadi perut sakit karena pencernaan kaget harus langsung bekerja keras, setelah seharian istirahat. Sebaiknya, makan sedikit dahulu saat berbuka, hanya untuk sekadar menghilangkan lapar dan dahaga.

Ketujuh, Ngakalin solat tarawih

Salat tarawih itu lama. Bagi anak-anak, hal itu membuat lelah dan tak sabar. Terkadang untuk mengatasi pegal, maka diakali, berdiri untuk shalat tarawih menunggu imam selesai membaca Al Fatihah atau bahkan menjelang rukuk rakaat pertama. Lumayan, korupsi waktu beberapa menit. Eh, tapi ini jangan ditiru, sayang kehilangan pahala beberapa menit itu.

Kedelapan, memalsukan tanda tangan penceramah

Zaman saya kecil, untuk pelajar biasanya dapat tugas mengisi agenda Ramadhan. Salah satu tugas di agenda Ramadhan adalah menulis ringkasan ceramah saat taraweh dan harus ditandatangani oleh penceramah. Banyaknya yang meminta tanda tangan membuat malas antre, terlebih jika harus berdesakan. Nah, suka ada yang inisiatif memalsukan tanda tangan penceramah, untuk menghindari antre. Biasanya memang tidak akan ketahuan guru, tetap tetap saja itu berbohong dan berbohong itu dosa looh.

Nah, teman-teman, dari delapan hal tersebut, nomor berapa saja yang pernah kamu lakukan? Delapan hal itu termasuk hal konyol, jadi sebaiknya tidak dilakukan ya.


Photo by Vikram Nath Chouhan on Unsplash

+3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *