Belok Kanan Nyasar

+4

Oleh: Etika Aisya Avicenna

Alhamdulillah, Ramadan tahun 2021 ini Allah memberikan kesempatan pada saya untuk berkunjung ke Aceh. Aceh menjadi provinsi ke-25 dari 34 provinsi di Indonesia yang saya kunjungi. Saya ke sana dengan beberapa rekan kantor untuk survei pelabuhan dan mengumpulkan data. 

Pada Rabu, 21 April 2021 pukul 14.05 WIB alhamdulillah saya sudah mendarat kembali di Bandara Soekarno Hatta. Saya berencana naik Gocar untuk menuju ke rumah di daerah Bubulak, Bogor Barat. Saya menuju parkir bandara bersama Ayumi, rekan kantor yang juga akan pesan Gocar.

Awalnya, saat di parkir bandara, ada seorang sopir yang mendekati saya dan Ayumi serta menawarkan jasanya, tapi sopir ini berujar bahwa pesanan dilakukan tanpa menggunakan aplikasi dan kuitansinya dia tulis sendiri. Wah, saya dan Ayumi menolak tawarannya karena ini tugas kantor dan segala administrasi akan dipertanggungjawabkan pengeluarannya. Akhirnya saya dan Ayumi menggunakan Gocar Instan yang lokasi pesan dan jemputnya di lantai 1. 

Alhamdulillah, tanpa menunggu lama, akhirnya saya naik GoCar Instan yang sudah saya pesan melalui aplikasi. Ayumi juga sudah mendapatkan mobil pesanannya. Kami sama-sama menuju Bogor, meski beda lokasi. Kami tidak satu mobil karena administrasi masng-masing akan diganti sebagai bagian dari biaya perjalanan dinas.

“Pak, ini lewat tol baru, kan?” tanya saya pada pak sopir

“Oh, tol baru yang lewat Parung sudah bisa dilewati ya Bu?” tanya Bapak sopir.

“Sepertinya iya, Pak. Waktu saya berangkat ke bandara dua hari lalu, saya naik Gocar juga dan lewat tol baru,” ujar saya.

“Oh, iya benar Bu. Ini petanya juga mengarah ke Parung. Berarti tol baru sudah dibuka,” kata Pak sopir.

Benar saja, tol baru (Tol Cengkareng – Batuceper – Kunciran) sudah beroperasi meski masih sepi. Mobil melaju dengan cukup kencang di jalanan yang lengang. Saya tidak ikut memperhatikan google map, asyik menulis di ponsel karena ada deadline tulisan yang harus dikumpulkan sebelum pukul 20.00 WIB. Selain itu memasuki Ramadan hari ke-9 ini juga ada target harian yang harus saya tuntaskan.

Saat hampir sampai Bogor ternyata pak sopir salah jalan, karena google map belum membaca jalur tol baru ini. Google map mengarahkan belok kanan sedikit, ternyata yang benar belok kiri untuk keluar menuju daerah Yasmin. 

Akhirnya kami masuk jalur ke Kedunghalang yang justru membawa kami menuju arah Jakarta. Hahaha… Rasanya ingin tertawa karena nyasar di dalam tol, padahal harusnya kalau tadi belok kiri, sudah dekat menuju rumah. Sebenarnya tujuan saya mengambil penerbangan siang salah satu alasannya agar masih bisa masak dan menyiapkan hidangan berbuka puasa untuk suami. Lha kok pakai acara nyasar. Alhasil kami harus keluar tol lain yang lebih jauh dan memakan waktu sekitar 30 menit sampai menuju jalur yang benar.

Dari peristiwa ini, saya jadi mengenal jalur jalan tol baru tersebut karena memang baru pertama kali melewatinya. Selain itu, saya yang memang tidak terlalu suka memantau perjalanan dengan google map, karena biasanya suami yang mengemudikan mobil, mungkin nantinya akan ikut membaca peta dan jadi navigator dalam perjalanan. 

Alhamdulillah, akhirnya saya sampai rumah pukul 16.30 WIB. Dapat pesan Whatsapp dari Ayumi, “Sampai di rumah jam berapa tadi, Mbak?”

“Haha, ini baru saja sampai. Tadi nyasar waktu mau keluar tol,” jawab saya sambil tersenyum.

Bersyukur juga saat sampai rumah meski agak molor dari rencana saya, ternyata suami sedang di dapur untuk menyiapkan menu takjil. Saya juga masih sempat memasak. Alhamdulillah, meski nyasar, tetap ada hikmahnya dan masih bisa menyiapkan hidangan berbuka.


Photo by Brazil Topno on Unsplash

+4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *