Ramadhan dan Ritual Konyolku

+17

Oleh: Suci Raharjo 

Masih dengan Ramadhan Writing Challenge, event menulis yang dibuat Bang Lutfi Founder  Books4Care salah seorang seniorku yang memang sudah ku kenal lama. Tema tulisan kedua ini  “Kekoknyolan di Bulan Ramadhan”. Saat membaca tema kedua yang diberikan sontak aku  terkejut, sembari mengingat kembali kekoknyolan apa yang pernah aku lakulan dibulan Ramadhan  sejak aku kecil hingga kini. Aku sejenak tertegun, bak blackout ketika mengingat kekonyolan – kekonyolan yang sering kali aku lakukan saat Ramadhan. 

Bicara masalah kekonyolan, aku rasa masalalu ku sebagaimana yang aku tuliskan pada  tulisan pertama ku di event ini selain membuat aku kecil tidak hanya menjadi seorang yang  introvert namun juga membuatku menjadi anak yang konyol dengan semua tingkah dan polahku  yang ku lakukan saat kecil. Kekonyolan yang ku lakukan masa kecilku menjadi rahasia ku dan  Tuhan saat itu. Tiada seorangpun yang mengetahuinya. Namun, khusus event Ramadhan Writing  Challenge Bang Lutfi kali ini aku buka beberapa deh special untuk kinaraya.com dan Book4Care.  Haahaa…. Bang Lutfi konyol juga, event yang dia buat dapat membongkar kekonyolan – kekonyolan ku dan beberapa penulis lain menulis kekonyolan di Bulan Ramadhan dalam sebuah  tulisan. Aku rasa bukan hanya aku saja yang menulis sambil mesam-mesem dan cengar-cengir  sendiri, penulis lainpun yang menulis menggunakan “Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal” pun pasti mengalami hal yang serupa. Konyol…. Konyol…. Hahaaha 

Ritual konyol pertama yang aku kecil lakukan saat awal mula belajar puasa adalah mandi  lebih dari 5 kali saat puasa. Bersih kan? Kurang bersih apa coba saat orang lain mandi sehari 2 kali  bahkan ada yang hanya sekali, aku mandi sehari lebih dari 5 kali. Heehee… Ritual mandi sehari 5  kali itu bermula dari coba-coba saat awal-awal aku berpuasa. Entah kenapa saat belajar puasa  ketika aku kecil dulu seluruh badan ku berasa panas mendidih, entah ada jin dalam tubuhku atau  memang efek biologi tubuh orang yang sedang puasa, 

Ketika berada di sekolah rasa itu tidak begitu terasa, mungkin karena padatnya aktivitas  belajar, namun saat sedang di rumah tidak ada kegiatan, hawa panas itu makin lama makin terasa  seperti membakar tubuhku, akhirnya tanpa sadar kakiku melangkah menuju kamar mandi, tiba di  depan bak mandi tanganku bergerak menciduk air dengan gayung dan perlahan mulai  menyiramkan air ke rambut dan wajah ku, perlahan dalam benakku terdengan bunyi 

cheessss……” bagai wajan panas yang disiram air… Seger!!! Sejak itu aku mulai ketagihan dan  melakukan ritual tersebut berulang terus-menerus hingga sekitar usia ku baligh. Ritual konyol selanjutnya yang menjadi ritual ku melewati Ramadhan saat aku kecil adalah  tidur dengan kain basah. Ritual konyol ini aku lakukan saat itu imbas dari panas tubuhku saat  berpuasa. Setelah ritual mandi 5 kali dalam sehari yang hanya menghilangkan panas ketika tubuh  tersiram air, namun setelahnya saat tubuh kering panas itupun datang kembali. Gelimpangan diatas  tempat tidur tak karuan, fikiran liarku ketika itu mulai mencari-cari cara menghilangkan panas  dalam tubuh ini. Aku melihat kain yang berada ditangan ku, ya, dari kecil kalau dirumah aku tidak  pernah mengenakan kaos saat dalam rumah, kaos yang aku kenakan aku buka dan aku “kuel-kuel”. Kaki ku lantas reflek berjalan menuju kamar mandi kembali, tiba di kamar mandi tangan ku  reflek membasahi kain tersebut dengan air hingga setengah basah dan membawanya kembali ke  kamar. Lantas aku memakai kain basah tersebut sebagai alas tidur, kadang di dada, kadang di  punggung dan kadang di pipi hingga aku lelap dalam tidur siang ku, yang pasti hal itu aku lakukan  agar hawa panas yang membara dalam tubuh ku hilang dan aku kuat berpuasa hingga magrib tiba.  Konyol…. Konyol….  

Ritual konyol terakhir ku kala itu adalah Rajin Berwudhu. Loh ko rajin wudhu dibilang  konyol?? Yah jelas konyol karena niat utamanya saat itu bukanlah menjaga wudhu sesuai Sunah Rasulallah Muhammad SAW namun “Berkumur”. Kala itu, wudhu menjadi rutinitas ritual konyol  yang paling sering aku lakukan, Bangun tidur wudhu, setiap “kentut” wudhu, selesai buang air  besar maupun kecil wudhu, di sekolah setiap kali bersentuhan dengan wanita wudhu, selesai  makan wudhu, upss salah deng… kan puasa, ga makan ga minum hanya berkumur. Entah kenapa  setiap selesai wudhu aku seperti mendapat kekuatan baru yang dapat membawa ku menyelesaikan  puasa ku hingga magrib tiba. 

Konyol… Konyol… Wkaakaa…. Maafin yah, maklum namanya juga anak kecil yang belum  paham hukum. Heehee… By the way sah ga yah puasa yang ku lakukan saat itu?? Mungkin para  pembaca sekalian ada yang bisa jawab….?? 

Bekasi, 21 April 2021 


Photo by Wengang Zhai on Unsplash

+17

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *