Ramadhan dalam Kenangan

+5

Oleh: Dina Marisa

“Hai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” ( QS. 2: 183)

Allah menyeru kepada kita, “Hai orang-orang yang beriman!” Ramadhan adalah bulan yang dikhususkan Allah untuk orang-orang yang beriman, Allah memanggil dengan kalimat seruan “Hai orang-orang yang beriman ….” Dan perintah mewajibkan orang-orang beriman tersebut untuk berpuasa, agar mereka dapat menempa diri menjadi insan yang ihsan dalam beramal, ihsan dalam bermuamalah, ihsan dalam beribadah dan ihsan juga dalam iman, dengan tujuan menjadi insan bertaqwa.

Ramadhan, bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga, bukan hanya sekedar bulan memperbaikan amalan. Namun,  Ramadhan bulan kemuliaan, bulan pengampunan, bulan rahmat, bahkan lebih baik dari seribu bulan, bulan yang diturunkan Al-Quran di dalamnya. Ibadah puasa yang kita lakukan pada bulan Ramadhan,ganjarannya langsung  Allah yang  membalasnya dan amalan itu adalah untuk-Nya.

Dalam hadits Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad bersabda, “Allah berfirman, “Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa tersebut adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”

Puasa adalah perisai bagi kita agar terhindar dan menghindarkan diri dari segala kemaksiatan. Baik secara terang-terangan maupun tersembunyi. Di masa kanak-kanak, awal belajar berpuasa akan terasa berat, namun jika kita telah memberikan pemahaman yang benar kepada anak-anak tentang manfaat dan keutamaan Ramadhan, maka mereka juga akan ikut berlomba-lomba untuk meraih kebaikan di bulan suci ini.

Ramadhan, bagiku dan mungkin juga bagi sebagian orang yang pernah merasakannya, dalam kenangan masa kecil, bulan yang selalu ditunggu kehadirannya, merindukan dendangan lagu malam pembangun tidur panjang … ” Sahur … Sahur … Sahur … Sahur ….”  teriakan anak-anak berkeliling kampung, membangunkan setiap mata yang masih terpejam.

Irama kerinduan yang selalu membuncah bila ia akan hadir, selalu ada cerita di setiap episode yang mengiringi perjalanan Ramadhanku. Bulan Ramadhan, bulan untuk menempa diri menjadi lebih baik, untuk bulan-bulan berikutnya.

Ngebuburit, merupakan sebuah tradisi yang mulai berkembang di dalam masyarakat, berburu makanan atau perbukaan menjelang maghrib, bukan lagi fenomena langka untuk saat ini.

Setiap Ramadhan, selalu ada menu baru yang akan kita temui yang dijual para pedagang di pinggiran jalan atau bahkan di pasar Ramadhan, atau Pasar Lambung. Terkadang, semua yang disajikan terasa enak dan ada keinginan untuk menyantapnya. Padahal, semua itu tak akan mungkin habis kita santap. Namun, karena si nafsu begitu bergelora dan memaksa untuk mencicipinya, terkadang mengalahkan logika berpikir kita. Dan waktu berbuka, adalah waktu   yang ditunggu-tunggu oleh semua orang, baik muda maupun tua, karena sesungguhnya menyegerakan berbuka itu adalah sunnah, jika waktu maghrib telah masuk.

Semoga saja, Ramadhan kita tahun ini adalah Ramadhan terbaik dalam kenangan abadi kelak, Ramadhan terbaik di akhir kehidupan kita,  Ramadhan dengan amal terbaik yang kita lakukan dengan keikhlasan dan kesadaran diri, bahwa kita membutuhkan semua ganjaran pahalanya sebagai penambah mizan kebaikan kita di akhirat. Aamiin.


Photo by Snowscat on Unsplash

+5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *