Puasa Perdana

Oleh: Samsul Arifin

Bulan Ramadahan merupakan bulan yang penuh keistimewaan. Bulan yang penuh berkah serta ampunan. datangnya bulan ini mengingatkanku tentang cerita masa kecilku dulu. Sebuah cerita yang mengajarkan tentang satu hal yang membekas hingga saat ini.

Sewaktu usiaku 5 tahun, aku adalah anak yang tidak mengerti soal apa itu puasa dan apa itu bulan Ramadhan. Aku Cuma mengerti kalau puasa itu cuman tidak makan dan minum dari waktu sahur sampai waktu buka. Pada saat itu aku cuman di kasih pertanyaan oleh ibu apakah aku mau ikut berpuasa atau tidak. Dan saat itu aku menjawab tidak.

Puasa hari pertamapun berlalu, dan malamnya aku dan ibu pergi tarawih di mushola dekat rumahku. Ketika di mushola aku bertemu dengan teman bermainku. Di sini mereka bercerita tentang puasa di hari pertama mereka. Isa bercerita bahwa di hari pertama puasanya dia mendapat sepeda dari ayahnya karena dia berhasil puasa penuh hari ini. Kemudian Malik bercerita bahwa dia mendapat uang Rp. 20.000 dari ibunya karena berhasil puasa penuh. Mendengar cerita teman-temanku itu aku akhirnya mempunyai pikiran “ wah enaknya kalau bisa puasa penuh, aku bisa mendapat hadiah dari ibu”. Akhirnya puasa hari kedua aku bilang kepada ibuku kalau aku mau puasa

Waktu sahurpun tiba. Di sahur ini aku makan dan minum lebih banyak dari biasanya. Hal ini aku lakukan agar saat puasa nanti aku tidak mudah lapar dan haus. Apalagi hari ini aku langsung mencoba puasa penuh untuk pertamakalinya.

Ketika waktu baru menunjuk sekitar pukul 08.00 tenggorokaanku sudah terasa agak haus. Disini aku mencoba untuk menahan. Dan Ketika waktu dzuhur tiba perutku dangdutan minta asupan. Ibu yang memgetahui soal kegelisahanku langsung menawariku untuk buka. Awalnya aku ingin sekali buka saat itu, namun ketika aku teringat tujuan awalku akhirnya aku mengurungkan niatku untuk buka. ” nggak mau ah buk, aku insyaallah kuat bu sampai magrib”. Ibu mengiyakan saja perkataanku tersebut.

Untuk menghilangkan rasa lapar dan hausku, ibu menganjakku untuk bermain, membantunya memasak untuk buka, mengaji,dan jalan-jalan. Beruntung sekali saat itu aku diajak oleh ibu untuk melakukan banyak hal, kalau tidak pasti aku sudah membatalkan puasa. setelah salat asyar badanku rasanya lemas sekali. Hingga akhirnya aku tidur di depan tv dan saat bangun akhirnya waktu berbuka tiba.

Ketika suara adzan berkumandang  aku langsung mengambil jatah es cincauku di meja makan. Saat itu aku minum es cincauku sampai habis. Ibu yang melihat perilakuku saat itu langsung menasehatiku. “tidak baik minum terlalu banyak”. Mendengar nasehat ibut aku langsung meletakkan gelasku di meja dan mengambil kue donat di meja.

Setelah makan ringan aku dan ibu solat magrib dahulu, setelah magrib kami baru makan makanan utama buka. Sesudah makan aku bilang pada ibu

”Bu aku kan hari ini sudah puasa penuh, apakah aku tidak mendapat hadiah dari ibu atas pencapaianku ini?”.

Ibu yang mendengar petanyaanku Nampak kaget. “ apa, hadiah?”.  Melihat respon ibu aku mengangguk seakan megatakan iya.

Kemudian ibu bertanya ”apakah tujuanmu puasa hari ini agar mendapat hadiah dari ibu  ?”.

“Iya bu” jawabku.

Dengan nanda halus ibu lalu berkata “ gini lho nak dengerin kata ibu ini ya, Ketika kita puasa kita tidak boleh mengharapkan sesuatu kecuali mengharapkan rida Allah semata. Kita harus ikhlas melakukannya, tidak boleh berharap mendapat hadiah atau pujian dari orang lain. Nanti bisa percuma puasa yang kita lakukan”. Mendengar nasehat ibu tersebut aku terdiam sejenak dan berkata “Iya bu maaf kalau aku salah”. Setelah itu kami melanjutkan makan kami.

Makan pun selesai dan aku pun masih merenungkan nasehat ibu tadi. Saat itu ibu pergi membereskan piring kotor yang berada di meja makan. Setelah beres membersihkan piring kotor kemudian ibu menghampiriku dan memberi uang kepadaku, “ini hadiah dari ibu karena kamu sudah penuh hari ini”. Melihat hal itu aku langsung terkejut. “ beneran ini bu?”. Ibu pun mengangguk. Saat itu aku langsung memeluk ibuku dan berjanji akan mengingat perkataan dari ibu tadi.


Photo by Danielle MacInnes on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *