Ninja Ramadan

+23

Oleh: Hendra Desdyanto

Setiap orang pasti punya kisah unik yang tidak pernah dilupakan. Apalagi kisah semasa kecil dibulan Ramadan. Mulai persiapan salat tarawih, membangunkan sahur, hingga menjelang berbuka. Pasti ada cerita lucu didalamnya. Apalagi saat cuaca sedang panas-panasnya, pasti ada yang mandi dan kumur berkali-kali, bahkan dari kita ada yang memasukkan kepala ke kulkas sekedar menghilangkan dahaga. Tapi dari sekian banyak kisah, ada satu yang paling ku kenang, yaitu kisah bermain polisi dan penjahat.

Setelah salat tarawih aku dan teman-teman tidak langsung pulang. Apalagi saat itu sekolah libur satu bulan penuh. Apabila para pembaca juga mengalami, berarti sekarang Anda sudah tua. Heheheee…(maaf  hanya bercanda). Kita lanjut ke kisahku. Pada saat itu, biasanya aku pulang menjelang sahur. jadi sehabis salat tarawih semalaman aku habiskan untuk bermain. Namanya juga anak kecil ketika bermain pasti tanpa mengenal lelah.

“Hom pim pa alaihum gambreng.” kataku mengundi siapa yang jadi polisi dan siapa yang jadi penjahat. Saat itu aku dan kedua temanku menjadi polisi dan tiga teman lainnya menjadi penjahat. Untuk membedakan polisi dan penjahat, maka yang jadi penjahat berdandan ala ninja. Sarung yang digunakan untuk tarawih mereka gunakan untuk menutup muka mereka.

Permainan pun dimulai. Penjahat lari dan sembunyi duluan baru nanti kami kejar. Ada yang sembunyi di balik pohon, di balik pagar, bahkan ada yang sembunyi di kamar mandi tetangga. Maklum pada saat itu zamannya tidak seperti sekarang. Kamar mandi masih banyak yang dibangun di luar rumah. Pada saat itu halaman rumah juga masih luas dan penerangan juga masih jarang. Mungkin karena gelap, terkadang  tetangga kami terkejut ketika mau masuk ke kamar mandi, dikira kami itu hantu. Heheheee.

Permainan semakin seru saat ada penjahat yang tertangkap. Ada perlawanan yang pasti membuat suasana gaduh dan membuat tetangga merasa tertanggu dengan suara kami. Tak jarang kami dimarahi dan disuruh bubar, bahkan air digunakan untuk membubarkan kami. Tapi hal itu tidak membuat aku dan teman-teman jera. Heheheee

Sampai puncaknya ada teman kami yang tertangkap. Kali ini bukan aku yang menangkap tetapi malah tetangga. Anggap saja namanya Pak Jarwo. “ Kamu ini tidak ikut tadarus malah bikin ribut disini.” kata Pak Jarwo. Tapi teman kami tidak kurang akal. Ala ninja, temanku mengeluarkan tepung, “ Menghilang.” kata temanku sambil menaburkan tepung ke muka Pak Jarwo. “Kabuuurrr!!!” lanjutnya. Kami semua pun berlari. Aku yang tadinya jadi polisi gara-gara temanku malah sekarang ikutan jadi penjahat. Seketika Pak Jarwo mengajar kami. Kami pun lari dan sembunyi, akhirnya kami bisa lolos dari kejaran Pak Jarwo dan hidup bahagia bersama teman-teman, selamanya. heheheee

Alhamdulillah saat lebaran tiba, kami semua minta maaf kedapa Pak Jarwo atas kesalahan yang sudah kami perbuat. Silaturahmi ini pun terjaga sampai sekarang.

Tuban, 17 April 2021


Photo by Omar Ram on Unsplash

+23

One Comment on “Ninja Ramadan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *