Tak Hanya Belajar Puasa

+57

Oleh: Bulena Eka Fitri

Masjid itu tempat ibadah

Semakin ramai di bulan Ramadhan

Manusia tempatnya lupa dan salah

Puasa sucikan hati sehatkan badan

Konsep iman diajarkan sejak kecil kepada anak-anak. Salah satunya dengan berpuasa di bulan Ramadhan sebab, puasa merupakan kewajiban bagi mereka yang beriman. Bulan Ramadhan merupakan bulan ke sembilan dalam kalender Hijriyah. Saat duduk di bangku kelas 5 SD, untuk pertama kalinya puasa Ramadhanku full satu bulan. Rasanya bangga sekali. Shalat Tarawihku juga tak terlewatkan satu rakaatpun. Semua itu merupakan tantangan dari kedua orangtuaku. Jika aku berhasil maka aku akan mendapatkan hadiah uang yang dijanjikan. Namanya anak kecil, pasti sangat senang dan semangat. Hadiah uangnya aku terima saat hari raya tiba.

Bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, tentu kita harus berjuang dan berkorban. Fokus pada tujuan serta niatkan tulus karena Allah semata.

Di bulan Ramadhan, salah satu kegiatan yang paling berkesan selain berbuka puasa bersama tentu saja bersantap sahur. Saat mata masih terpejam kemudian dibangunkan untuk makan. Sepertinya rata-rata anak kecil pastilah enggan bangun bahkan, susah sekali dibangunkan. Di sanalah kesabaran dan kreativitas ibu sangat diperlukan. Ibu selalu menjadi yang paling pertama bangun. Menyiapkan makanan untuk semua anggota keluarga. Menyuapi dengan lembut. Ibu selalu punya banyak resep masakan dan tak pernah kehabisan akal. Segalanya yang dimasak pasti lezat.

Melihat pengorbanan ibu yang tiada tara, layak bila Allah meletakkan surga di bawah telapak kakinya.

Sampai di penghujung Ramadhan, mie instan merupakan makanan yang cepat, praktis dan nikmat untuk disantap saat sahur. Cocok untuk semua kalangan usia. Hangat dan berkuah sangat menggugah selera makan. Karena keluarga kami banyak, ibu memasak 4 bungkus mie instan rasa ayam bawang untuk dimakan 8 orang. Tak lupa tambahan telur, daun bayam, cabai rawit, tomat segar, bawang daun, seledri dan taburan bawang goreng. Semua senang menyantapnya sampai habis. Makan bersama itu niqmatnya terasa berkali-kali lipat.

Selalu bersyukur atas apa yang terjadi, atas apa yang kita miliki, atas apa yang menjadi takdir Illahi.

Ramadhan merupakan bulan mulia, dimana di bulan ini terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan diturunkannya Al Quran. Bulan penuh ampunan dan keberkahan. Bulan yang begitu dirindukan umat Islam. Sejak kecil, aku selalu senang dengan datangnya bulan Ramadhan. Bukan karena setelahnya bisa berlebaran dengan baju baru. Namun, setelahnya aku belajar lebih banyak tentang agama Islam. Mendengarkan ceramah dan kultum di televisi. Aku merasa di bulan inilah Allah memberikanku kesempatan untuk menghapus dosa, memperbaiki diri, menguatan iman dan meningkatkan kualitas ibadah.

Di atas meja banyak makanan

Kurma disantap saat berbuka

Mari kita tingkatkan iman

Raih pahala dari Allah ta’ala


Photo by James Besser on Unsplash


Bulena Eka Fitri. Perempuan kelahiran Februari, 1992 di kota Padang. Anak ke-9 dari 12 bersaudara. Berprofesi sebagai guru IPA di SMP ARRAHMAN Depok. Motto hidup “hiduplah dengan bahagia dan buat orang lain bahagia”. Selalu senang melakukan hal-hal baru. Ingin bisa menjadi manusia yang bermanfaat.

+57

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *