Serba-Serbi Ramadhanku di Waktu Kecil

Oleh: Tri Asih

Ramadan tiba, Ramadhan tiba, Marhaban yaa Ramadhan. Tidak terasa bulan Ramadhan telah  tiba. Bulan Ramadhan menjadi momen yang ditunggu-tunggu setiap orang, terutama umat Muslim di manapun berada. Semua kalangan, orang tua hingga anak-anak menyambut bulan penuh berkah ini dengan sukacita. Selama Ramadhan banyak nikmat dan kesempatan yang didapatkan selama 29 atau 30 hari puasa. Awal bulan Ramadhan merupakan rahmat, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya Itqum Minannar (pembebasan dari api neraka).

Bulan Ramadhan banyak kenangan masa kecil yang tak begitu saja mudah dilupakan. Nostalgia dengan bulan Ramadan, momen-momen menyenangkan masa kecil menjadi hal yang paling berkesan. Belajar agar bisa menjalankan ibadah puasa dengan sempurna selama satu bulan  merupakan impian di waktu kecil.

Puasa dilakukan dengan menahan diri dari makan dan minum dan dari segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat sesuai perintah dalam Al-Quran-kitab suci umat Islam. Sebelum memulai puasa, sunnah hukumnya untuk melaksanakan sahur. Momen sahur selalu ditunggu-tunggu setiap orang saat bulan Ramadan. Semasa kecil, rasanya belum terbiasa bangun pagi untuk sahur. Apalagi di awal-awal puasa, tidak jarang malah ngambek dan malas makan sahur. Malas makan sendiri minta disuapi orang tua terutama ibu.

Siang hari saat matahari memancarkan panasnya, kadangkala sering keluar masuk kamar mandi untuk membasuh muka agar wajah tidak terasa panas. Kalau masih kepanasan dilanjutkan tahap berikutnya menoleh kanan dan kiri melihat situasi rumah. Apabila ibu atau anggota keluarga yang lain tidak mengetahuinya langsung gerak cepat. Seperti seorang maling yang takut ketahuan. Sreet …  membuka kulkas dan minum air yang tersedia. Aduh, betapa segarnya seteguk air di kala dahaga datang. Bohong kalau puasa penuh sehari padahal kenyataannya tidak. Setelahnya kembali lagi berkegiatan dan berakting seolah-olah puasa

Malam hari salat tarawih di Mushala, bertemu dengan teman-teman sebaya. Salat tidak penuh kalau capek langsung berhenti untuk istirahat. Salat dua puluh tiga rakaat terasa lama sekali sehingga bercanda dengan teman membuat suasana berisik dan ditegur untuk diam oleh orang tua.

Mengisi buku kegiatan Ramadhan yang merupakan kewajiban  diberikan oleh pihak sekolah penuh dengan tantangan tersendiri. Buku kegiatan biasanya berisi kolom hari puasa, salat lima waktu, tarawih dan jadwal tadarus. Kegiatan yang dilakukan di bulan Ramadhan ditulis di buku tersebut. Tak hanya mengisi buku kegiatan tetapi dibuktikan dengan mendapatkan tanda tangan. Berdesak-desakkan atau saling berebut minta tanda tangan iman dan penceramah tarawih butuh tenaga ekstra agar bisa cepat pulang. Siapa cepat, dialah yang paling dulu pulang.

Itulah kenangan masa kecil yang takkan terulang kembali. Sisi baik dan kenakalan masa kecil saat menjalankan ibadah puasa Ramadan. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Semoga kita bisa maksimalkan ibadah puasa dan ibadah lainnya, sehingga Allah membalas pahala kebaikan dan mendapatkan rahmat-Nya.



Photo by Levi Meir Clancy on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *