#saveINDONESIA

0

Hanya jiwa corsa, soliditas dan sense of crisis-lah yang bisa membuat kita kuat, membuat kita percaya diri untuk membela kepentingan bangsa.

Masih terngiang di telinga saya, teriakan #saveKPK #saveINDONESIA dari berbagai elemen masyarakat, sampai dengan para tokoh pun ikut hadir menyuarakannya di Bundaran Hotel Indonesia beberapa awaktu lalu. Bahkan, masyarakat di berbagai daerahpun turut berpartisipasi dan bergabung menyuarakannya dengan bermacam cara. Lantas apa dan siapa yang menggerakkan mereka semua? Jawabannya hanya satu: Perubahan!

Kita sudah lama sekali mengalami penjajahan, kemiskinan di mana-mana, kekerasan, dan kekacauan seakan tak henti-hentinya melanda negeri ini. Kita tentu sadar dan paham betul, penyebabnya juga hanya satu: Korupsi!

Kawan, kemerdekaan dan perubahan tidak lahir dari meja dan kertas kerja saja, tapi perjalanan dan proses pencapaian memerlukan banyak pengorbanan. Seorang kawan pernah berpesan, bahwa hanya keyakinan akan kebenaran yang membuat seseorang itu mau berkorban. Dan, saya pun dalam hati terdalam saya meyakininya. Hanya keyakinan akan kebenaran yang mampu membuat kita tetap berdiri dengan dada tegak untuk menyuarakan kebenaran. Tidak hanya itu, kita juga harus berani dan mampu menegakan kebenaran itu di atas keadilan dan ridha yang Mahakuasa.

Hari ini, dan seterusnya kita harus terus berkaca dan berbenah diri. Masih banyak yang harus kita siapkan, tidak cukup keyakinan dan keberanian saja. Lembaga ini semakin hari semakin menjadi tumpuan rakyat Indonesia, jika ada di antara kita yang tidak merasakannya, kita perlu instrospeksi apakah tujuan kita di sini.

Sudah seharusnya, kita kembalikan khittah perjuangan ini. Kita di sini tidak saja mengemban amanah undang-undang, tapi di pundak kita, di tangan kita, dan bahkan di jiwa kita terdapat pesan anak cucu kita dan jutaan rakyat Indonesia.

Buya Hamka pernah berkata, “Jika bekerja sekedar bekerja, kera di hutan juga bekerja. Jika hidup sekedar makan, babi di hutan juga makan.”

Apa maknanya bagi kita semua, bahwa hidup kita akan berarti di sini jika kita ‘wakafkan’ jiwa dan raga kita untuk menjemput impian jutaan rakyat Indonesia, yaitu negeri yang bebas dari korupsi.

Kawan, hari-hari terakhir ini, sebagaimana hari-hari sebelumnya, kita semua tetap bekerja dan berjuang menuntaskan yang menjadi kewajiban kita sebagai insan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tidak ada yang tidak berperan di sini, semua punya andil yang sama besar. Adapun ujian dan cobaan yang kita alami ini adalah risiko yang sesungguhnya sudah kita prediksi bahwa jika kita memerangi koruptor, maka koruptor pun akan memerangi kita. Untuk itu hanya ada satu kata: Lawan!

Memang, dalam menegakkan hukum dan keadilan tidak boleh ada kebencian. Kita harus tetap proporsional dan profesional. Apa yang ditunjukkan sebagian kawan-kawan penyidik kita merupakan contoh nyata, bahwa mereka itulah sejatinya “Penyidik Independen” itu. Independen dalam makna yang sesungguhnya, tidak terpengaruh oleh kekuasaan mana pun.

Mereka telah membuka mata kita semua, mata seluruh rakyat Indonesia bahwa mereka tidak bisa dibeli, mereka bergeming dengan rayuan dan bujukan harta, pangkat dan jabatan. Sungguh, saya betul-betul merasa kerdil di hadapan mereka.

Di saat kesempatan dan peluang ada di depan mereka, mereka lebih memilih berjuang bersama kita. Kita, ya kita semua yang ada di sini, pejuang antikorupsi yang sudah seharusnya tak bisa dibeli, tidak lagi ribut hanya sebatas gaji dan ambisi, inilah wakaf kita.

Ancaman demi ancaman terhadap diri kita dan organisasi semakin nyata. Hanya jiwa corsa, soliditas dan sense of crisislah yang bisa membuat kita kuat, membuat kita percaya diri untuk membela kepentingan kita, kepentingan rakyat dan segala-galanya di atas kepentingan bangsa Indonesia tentunya.

Mari kita satukan lagi tekad dan luruskan niat. Apapun yang kita lakukan mulai saat ini adalah untuk memperjuangkan pemberantasan korupsi yang semakin merajalela. Ayo bangkit, tinggalkan meja-meja dan kursi-kursi yang selama ini membuat nyali dan keberanian kita sirna, langkahkan kaki kita keluar dan lihat sekeliling kita.

Mari rapatkan barisan dan bangun kepedulian kita, para pejuang antikorupsi sebab KPK masih sangat dibutuhkan bangsa Indonesia. #saveINDONESIA #saveKPK! Dan kita tidak boleh mundur selangkahpun.


Photo by Ali Rizvi on Unsplash

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *