Ulasan Film: Kubo and The Two Strings

2+

Penulis: Septi Wulandari

Laika Studios, sebuah studio animasi yang dikenal telah membuat film “CORALINE”, “PARANORMAN” dan “THE BOXTROLLS” membuat film animasi keempat mereka akan berjudul “KUBO & THE TWO STRINGS” sebuah cerita fantasi yang akan mengangkat mitologi jepang. Film ini dirilis di tahun 2016.

Cerita ini ditulis oleh Marc Haimes & Chris Butler (Penulis naskah PARANORMAN), dan disutradarai oleh Travis Knight (Founder Laika Studios). Film ini diproduksi memakai teknologi yang dikenal sebagai “Innovative 3D stop-motion and CG hybrid technique.”

Para cast pengisi suaranya adalah Matthew McConaughey, Charlize Theron, Rooney Mara, Ralph Fiennes, dan Brenda Vaccaro. Art Parkinson, yang memerankan karakter Rickon Stark dalam Game of Thrones, mengisi suara karakter utama, Kubo.

Kisah ini berawal dari seorang perempuan berambut yang menaiki sampan kecil di tengah lautan (Ibunya Kubo). Ternyata, perempuan ini membawa seorang bayi laki-laki (Kubo) yang digendong di punggungnya dengan memakai kain bergambar kumbang.

Tiba-tiba air laut pasang dan perempuan bersama bayinya terjatuh ke dalam laut. Kepala perempuan tersebut menghantam batu dan berdarah. Ketika sampai di pantai dan gendongan terbuka, ternyata mata Kubo tinggal yang sebelah kanan. Mata kirinya diambil oleh kakeknya sendiri, Raja bulan.

Fanpop.com

Kubo dan ibunya tinggal di dalam gua yang terletak di atas bukit berbatu. Setiap hari Kubo turun ke desa untuk mencari uang dengan cara bercerita di tengah pasar kepada penduduk kampung. Uniknya cerita Kubo memakai ilustrasi origami yang bisa melipat sendiri dan berbentuk hewan. Keajaiban ini ternyata berasal dari gitar ajaib yang dimainkan Kubo (gitarnya punya Ibunya). Cerita origami Kubo adalah tentang pahlawan Hanzo (ternyata ini ayahnya) yang melawan monster ciptaan Raja Bulan (kakeknya) yang diceritakan ibunya, tapi ceritanya tidak pernah selesai.

Ibu Kubo berpesan agar Kubo harus kembali ke gua sebelum matahari terbenam. Suatu ketika di pasar Kubo melihat festival lampion sebagai ritual memperingati orang mati. Kubo pun membuat lampionnya sendiri dari kertas dan berdoa seolah dirinya bertemu ayahnya. Ditengah berdoa, ternyata adik dari Ibunya Kubo, yaitu dua tantenya datang dengan rupa sangat menyeramkan. Kubo pun berlari dan bertemu ibunya di jembatan yang ada di desa. Ibu Kubo pun melawan kedua adiknya dan menyihir jubah Kubo agar membawanya pergi jauh. Saat terbang dengan jubah, Kubo menyentuh sehelai rambut ibunya dan Kubo pun pingsan.

Ketika Kubo membuka mata, ternyata Kubo bersama seekor monyet putih dan mereka berada di tengah hamparan es. Monyet tersebut pun memperingatkan agar Kubo terus berjalan untuk mencari tiga buah benda sakti demi mengalahkan dua tantenya yang jahat dan Raja Bulan. Di perjalanan mereka mencari tiga pusaka sakti mereka dibantu oleh little Hanzo yaitu origami berwarna merah bergambar ksatria.

Di sebuah jalan, Kubo diculik oleh Kumbang dan Kumbang tersebut pun bertekad membantu Kubo karena melihat Kubo memakai kain merah yang diingatnya adalah bendera dari pasukan Kumbang. Mereka pun berjalan bertiga. Pusaka sakti pertama adalah sebuah pedang yang berada di atas kepala monster tengkorak. Mereka bertiga pun berhasil mengambilnya.

Pusaka sakti kedua adalah baju zirah yang harus diambil di dasar lautan. Kubo, monyet putih, dan kumbang pun berlayar dengan perahu yang terbuat dari daun yang dirangkai secara ajaib ketika Kubo memainkan gitarnya. Ketika Kubo mengambil baju zirah ke dalam laut, dua orang Tante Kubo bertemu dengan monyet dan kumbang kemudian mereka pun bertempur. Satu tante Kubo berhasil di bunuh oleh monyet, setelahnya satu tantenya lagi kabur.

Setelah Kubo berhasil menemukan pusaka sakti kedua yaitu baju zirah, Kubo, monyet, dan kumbang pun pergi ke suatu rumah yang di duga adalah rumah ayahnya Kubo untuk mencari pusaka sakti ke-3 yaitu helm ajaib. Di rumah tersebut, monyet menemukan perkamen yang bergambar helm ternyata menjadi lonceng di desa. Monyet pun akhirnya tahu kalau mereka dijebak oleh tante Kubo!

Tante Kubo pun muncul dan bertarung melawan mereka bertiga. Tante Kubo menyatakan bahwa monyet putih itu adalah jelmaan ibunya Kubo, sementara Kumbang adalah ayah Kubo yang dikutuk oleh Raja bulan menjadi kumbang dan hilang ingatan. Monyet putih dan Kumbang pun mati dalam pertempuran. Kubo mengambil helai gelang yang tersisa di Kumbang dan pergi ke desa untuk mengambil helm ajaib.

Sampai di desa, Kubo pun mengambil pusaka ke-3 yang dijadikan sebagai lonceng di pasar. Ternyata lonceng tersebut adalah helm ajaib! Ketiga pusaka ajaib pun lengkap dipakai Kubo. Tiba-tiba datanglah seorang kakek tua yang mengaku Raja Bulan (dia ini adalah kakeknya Kubo) dan ingin mengambil mata Kubo di sebelah kiri. Raja Bulan pun berubah menjadi naga agar menang melawan Kubo. Senar gitar Kubo yang terputus digantinya dengan helai rambut ibunya dan gelang dari kumbang. Kubo dan naga pun bertempur dengan sengit. Siapakah yang menjadi pemenangnya? Mampukah Kubo mengalahkan kakeknya si Raja Bulan?

Kisah Kubo dikemas sangat menarik dan memakai teknologi yang sangat canggih. Di perjalanannya ada humor dan tingkah lucu Kubo, monyet putih dan Kumbang yang membuat kita tertawa. Drama antara mereka bertiga sebagai satu keluarga tapi dipertemukan takdir tidak berbentuk sebagai manusia, sangat menyentuh dan menghangatkan hati. Adegan saat Kubo memancing ikan memakai panah dan mereka bertiga makan di perahu daun sangat humanis serta berkaitan dengan kisah sehari-hari yang kadang luput kita syukuri.

Amazone.com

Dari kisah Kubo and The Two Strings kita belajar untuk berjuang demi hidup dan nyawa kita sendiri. Film ini juga menekankan pentingnya esensi mencintai keluarga dan menerima mereka menuju masa depan yang penuh kebaikan tanpa melihat masa lalunya. Kisah seorang anak yang sangat dicintai kedua orang tuanya dan berhasil mengubah apa-apa yang jahat menjadi suatu yang baik.

SPOILER ALERT!
Judul Film : Kubo and The Two Strings
Tahun Rilis : 2016
Sutradara : Travis Knight
Pengisi Suara : Matthew McConaughey, Charlize Theron, Rooney Mara, Ralph Fiennes, Brenda Vaccaro dan Art Parkinson.


Foto utama: Denofgeek

2+

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *