Energi Kebahagiaan

7+

Penulis: Anamira


Awal Juli 2018. Liburan sekolah kemarin terasa begitu lama berakhir karena libur Lebaran yang bersambung dengan libur kenaikan kelas. Saya dan suami jadi harus berpikir untuk menciptakan ragam kegiatan liburan bagi anak-anak supaya mereka tidak merasa bosan.

Setiap kali lebaran, mudik pasti menjadi agenda rutin kami. Saya asli Jogja. Waktu Lebaran biasanya kami lalui di Jogja. Baru setelah itu kami mudik ke Sragen, tempat asal suami. Setelah mudik ke Sragen, tebersit ide untuk bersilaturahmi ke Purwakarta. Ke tempat adiknya Alm. Ibu Mertua (Omnya suami saya, namanya Om Yatno). Mumpung anak-anak masih lama liburnya, dan abinya pun masih bisa untuk ambil cuti.

Om Yatno menjadi satu-satunya orang yang dituakan setelah dua kakak perempuannya telah terlebih dahulu menghadap Illahi, yaitu Bude dan ibunya suami saya. Kami jarang sekali bisa bertemu. Biasanya Om Yatno sekeluarga mudik kalau liburan Natal tiba, sedangkan kami mudik kalau libur Lebaran, jadi hampir tidak pernah bertemu.

Singkat cerita, kami berangkat ke Purwakarta dengan dua mobil, satu mobil dari keluarga adik ipar saya dan satu mobil dari keluarga saya. Berbekal alamat dari Om Yatno dan tentu saja bantuan navigasi Google Maps, bismillah kami berangkat. Perjalanan Jogja – Purwakarta kami tempuh kurang lebih selama sepuluh jam. Sebelumnya kami belum pernah melakukan perjalanan selama dan sejauh ini. Tapi karena sejak awal diniatkan untuk silaturahmi, Alhamdulillah semuanya lancar. Anak-anak pun terlihat enjoy dengan pengalaman perjalanan yang cukup jauh ini.

Sesampai di tempat Om Yatno, kami disambut dengan hangat. Anak-anak pun tidak merasa canggung walau baru pertama kali bertemu. Mungkin karena faktor kesenangan juga yang  mereka dapatkan di sana. Ada kucing lucu piaraan Disa, putrinya Om Yatno, yang membuat anak-anak senang karena mereka penyuka kucing.

Di belakang rumah juga terdapat taman bermain yang membuat mereka berhamburan ke sana begitu mereka melihatnya. Disa yang baik dan bisa segera akrab dengan keponakan-keponakannya membuat suasana pun semakin hangat. Keluarga kami yang berbeda keyakinan dengan keluarga Om Yatno pun tidak menjadi penghalang dalam kami bersilaturahmi. Keluarga Om Yatno yang Kristiani seperti sudah paham kalau kami yang Muslim punya kewajiban shalat lima waktu dalam sehari. Mereka yang menunjukkan arah Kiblat serta menyediakan tempat untuk kami shalat.

Indah banget rasanya kebersamaan ini. Ada satu hal prinsip yang berbeda tapi tidak mengurangi kehangatan dalam kebersamaan kami.

Ada satu lagi yang membuat kami bahagia. Om Yatno yang selama ini punya penyakit diabetes, yang setiap pagi harus mendapat suntikan insulin, dan belakangan sedang susah dan sakit untuk bisa berjalan. Menurut cerita Bulik Siwi (istri Om Yatno), karena saking bahagianya mau dikunjungi oleh keponakan dan cucu-cucunya, seperti semangatnya bangkit lalu bisa berjalan kembali tanpa merasa kesusahan.

Masya Allah, Allahu Akbar..!! Seneng banget rasanya mendengar cerita itu. Benar-benar bahagia itu adalah sumber energi, sumber kekuatan. Semua Allah yang menggerakkan, Allah yang mengatur terjalinnya silaturrahim ini. Dari pertemuan yang singkat ini, semua bahagia dan terkesan.


Editor: Lufti Avianto

Photo by Caju Gomes on Unsplash

7+

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *